Orang Terkaya Dunia Dituduh Tak Bayar Kontraktor Rp 2,4 Triliun

calendar_today 09.08.2026 - person  - timer ~

Jakarta -

Elon Musk, orang terkaya di dunia, dilaporkan berhutang kepada salah satu kontraktor yang membantu membangun kompleks data center Colossus miliknya yang luas di dekat Memphis.

Kontraktor asal Ohio, Darana Hybrid, mengajukan dua klaim hak tanggungan terhadap SpaceXAI, sebelumnya dikenal sebagai xAI sebelum digabung ke dalam SpaceX. dan menuntut perusahaan Musk tersebut untuk membayar lebih dari USD 136 juta (Rp 2,4 triliun) atas pekerjaan yang telah dilakukannya sejak tahun 2024.

"Para kontraktor menyatakan bahwa mereka belum dibayar atas pekerjaan konstruksi yang telah dilakukan bertahun-tahun," ujar Dima Amro, jurnalis yang pertama kali mengungkapkan berita tersebut, kepada Action 5 News.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pembangunan dua data center Colossus milik Musk di Greater Memphis memang kontroversial. Demi mengoperasikan secepat mungkin, mereka mendatangkan turbin gas dengan tingkat polusi tinggi, yang dikeluhkan warga setempat karena membuat udara jadi sesak.

Dikutip detikINET dari Futurism, keterlambatan pembayaran ini mengindikasikan cara instan SpaceXAI agar pusat data tersebut dapat beroperasi secepat mungkin.

Darana Hybrid mengajukan dua klaim terhadap SpaceXAI. Satu klaim menuntut USD 18 juta untuk pembangunan fasilitas Colossus pertama di dekat Boxtown, dan klaim lainnya bernilai lebih dari USD 118 juta untuk pekerjaan fasilitas kedua di Whitehaven.

Dan ini mungkin baru permulaan. Pemilik Darana Hybrid, Darryl Cuttell, dilaporkan akan mengajukan lebih banyak klaim utang, yang membuat total tunggakan pembayaran melonjak hingga lebih dari setengah miliar dolar.

"Jadi sepertinya akan ada lebih banyak klaim yang muncul ke permukaan. Klaim senilai sekitar USD 400 juta lagi. Saya mendapat kabar bahwa gugatan tersebut akan diajukan di Mississippi untuk fasilitas-fasilitas SpaceXAI di sana," kata Amro.

Menurut laporan tersebut, dua perusahaan lain, yakni USW-Menard Inc dan TorcSill Foundations, juga mengajukan klaim dengan total lebih dari USD 2,2 juta atas pekerjaan yang dilakukan di fasilitas data center SpaceXAI.

Dugaan penunggakan bernilai ratusan juta dolar ini telah mengacaukan hidup Cuttell. "Dia mengatakan tidak bisa tidur selama lebih dari empat bulan. Berat badannya turun drastis. Dan dia merasa seolah tidak ada masa depan lagi saat ini setelah mengajukan klaim-klaim tersebut," ungkapnya.

Ini bukan pertama kalinya Musk dituduh merugikan perusahaan kecil yang membantunya membangun imperium bisnis. Investigasi CNN tahun 2025 menemukan para kontraktor untuk perusahaan otomotif milik Musk, Tesla, mengajukan klaim atas tunggakan pembayaran lebih dari USD 110 juta dalam lima tahun terakhir. Banyak dari kontraktor tersebut usaha berskala kecil dan usaha keluarga.

(fyk/fyk)

TAGS

LIHAT LAINNYA