Olivia Rodrigo sebut tidak akan gunakan AI dalam musiknya

calendar_today 08.10.2026 - person  - timer ~

Jakarta (ANTARA) - Penyanyi dan penulis lagu Olivia Rodrigo menegaskan bahwa dirinya tidak akan menggunakan kecerdasan artifisial (AI) dalam musiknya.

“Saya tidak akan pernah menggunakan AI dalam musik saya. Sama sekali tidak. Garis keras tentang itu,” kata Olivia, dikutip laporan The Hollywood Reporter, Rabu (7/10).

Pelantun lagu “drivers license” itu mengatakan pengalamannya mencoba AI mengenai ide judul lagu, namun hasilnya dinilainya sama sekali tidak bagus.

Baca juga: Olivia Rodrigo rilis lima set balok susun berdasarkan perjalanan musik

“Yang paling dekat yang pernah saya dapatkan adalah bahwa suatu ketika, saya dan produser Dan Nigro seperti 'ingin tahu ide apa yang akan dimiliki ChatGPT untuk judul Olivia Rodrigo,' dan pilihan judulnya benar-benar buruk,” ujar Olivia.

Olivia Rodrigo sebelumnya baru saja merilis album "you seem pretty sad for a girl in love" pada 12 Juni 2026 yang mengungkap kisah perjalanan hubungan asmara pertamanya saat beranjak dewasa.

Album itu menggambarkan dimulai dengan fase penuh kegembiraan ketika seseorang mulai menyukai orang baru, seperti digambarkan dalam lagu “Drop Dead”, berlanjut ke fase bulan madu (“Honeybee”), tanda-tanda awal munculnya masalah (“Purple”), percakapan perpisahan yang menyadarkan (“Less”), hingga pengalaman buruk kembali ke dunia kencan (“Expectations”).

Baca juga: Olivia Rodrigo bilang telinga kirinya 60 persen tuli

Rodrigo mengaku sejak awal tidak mengetahui bahwa album tersebut akan berkembang menjadi seperti itu. Awalnya, ia justru menulis lagu-lagu cinta yang lebih tradisional. Namun, konsep album berubah “ketika mengalami putus cinta,” kata Olivia.

Kemudian, Rodrigo bersama produser lamanya, Nigro saat itu masih memiliki waktu sekitar dua hingga tiga bulan untuk menyelesaikan rekaman itu akhirnya menulis ulang dan mengedit sejumlah lagu agar benar-benar sesuai dengan konsep baru tersebut.

Baca juga: Olivia Rodrigo tanggapi kontroversi mengenai pilihan pakaiannya

Mereka menambahkan lebih banyak nuansa kesedihan ke dalam lagu-lagu cinta tradisional sekaligus menangkap “area abu-abu” yang muncul dalam pasang surut sebuah hubungan.

“Itu menjadi tantangan yang menyenangkan. Ketika masih muda, kamu hanya menulis, menulis, dan menulis. Mengedit adalah sesuatu yang harus saya pelajari seiring saya menjadi apa yang bisa disebut sebagai penulis lagu profesional,” ujar Olivia.

Baca juga: Olivia Rodrigo kembali tampil emosional lewat single “The Cure”

Baca juga: Olivia Rodrigo bawakan "Drop Dead" di panggung Coachella

Penerjemah: Sri Dewi Larasati
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.