Ke depannya, tentu akan lebih banyak lagi Manajer Investasi yang berpartisipasi dalam penerbitan ETF Emas di Indonesia.
Jakarta (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan sebanyak lima sampai tujuh Manajer Investasi (MI) akan turut berpartisipasi dalam peluncuran instrumen investasi Exchange Traded Fund (ETF) Emas pada 10 Agustus 2026 mendatang.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon (PMDK) OJK Hasan Fawzi memastikan OJK bersama Self-Regulatory Organization (SRO) terus mendukung seluruh stakeholders di industri pengelolaan investasi untuk berupaya merealisasikan penerbitan ETF Emas
“Atas hal ini, tentunya proses penerbitan akan memperhatikan aspek pemenuhan regulasi dan perlindungan investor. Berkaitan dengan jumlah Manajer Investasi (MI) yang ikut serta, di tahap awal semester II-2026 peluncuran direncanakan 5 sampai 7 pihak (MI),” ungkap Hasan dalam jawaban tertulis konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Juli 2026, di Jakarta, Kamis.
Hasan menjelaskan, peluncuran instrumen investasi ETF Emas tentunya perlu memperhatikan kesiapan dari para stakeholders, baik dalam kaitannya dengan infrastruktur maupun operasional dari setiap pihak yang terkait.
Pihaknya optimistis bahwa ke depan pastinya akan lebih banyak Manajer Investasi yang menyatakan minatnya untuk berpartisipasi dalam penerbitan ETF Emas di pasar keuangan Indonesia.
“Ke depannya, tentu akan lebih banyak lagi Manajer Investasi yang berpartisipasi dalam penerbitan ETF Emas di Indonesia,” ujar Hasan.
Sebelumnya, Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Idiing Pardi mengungkapkan bahwa BEI menargetkan peluncuran instrumen investasi ETF Emas pada 10 Agustus 2026, atau bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Pasar Modal Indonesia yang ke-49.
"Nanti, insya Allah diluncurkan di hari ulang tahun pasar modal, 10 Agustus 2026. Mudah-mudahan ya, doain," ujar Iding.
Sebagai informasi, ETF Emas merupakan instrumen investasi berbentuk reksa dana yang diperdagangkan di bursa efek dengan acuan aset dasar berupa emas. Melalui produk ini, investor dapat memperoleh eksposur terhadap pergerakan harga emas tanpa perlu membeli maupun menyimpan emas fisik secara langsung.
Baca juga: KSEI dan Pegadaian siap implementasikan ETF emas pada semester II 2026
Baca juga: BEI siap luncurkan ETF Emas di HUT Pasar Modal 10 Agustus 2026
Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.