Bandarlampung (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung mengatakan penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) di Provinsi Lampung tertinggi hingga Mei 2026 berada di wilayah dengan basis ekonomi pedesaan.
"Pertumbuhan pembiayaan UMKM menunjukkan bahwa sektor produktif tetap menjadi prioritas industri perbankan di Lampung. Dan realisasi penyaluran kredit usaha rakyat hingga Mei 2026 tercatat sebesar Rp4,35 triliun atau mengalami pertumbuhan sebesar 6,15 persen dari tahun per tahun," ujar Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung Otto Fitriandy berdasarkan keterangannya di Bandarlampung, Senin.
Ia mengatakan dari realisasi penyaluran kredit usaha rakyat hingga Mei 2026 tercatat sebesar Rp4,35 triliun tersebut telah menyasar debitur sebanyak 73.787 orang.
"Dan konsentrasi penyaluran kredit usaha rakyat tertinggi berada di tiga wilayah utama dengan basis ekonomi pedesaan," katanya.
Dia menjelaskan tiga daerah basis ekonomi pedesaan dengan penyaluran kredit usaha rakyat tertinggi tersebut meliputi, Kabupaten Lampung Tengah dengan jumlah penyaluran sebesar Rp220,10 miliar, Kabupaten Lampung Timur Rp140,11 miliar, dan Kabupaten Lampung Selatan sebanyak Rp112,91 miliar.
"Berdasarkan sektor, total penyaluran kredit bank umum per sektor ekonomi di Lampung mencapai Rp95,34 triliun dengan kontribusi sektoral terbesar didominasi oleh sektor industri pengolahan sebesar 23,6 persen atau sebanyak Rp22,47 triliun," ujar dia.
Lalu sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 22,2 persen atau sebanyak Rp21,18 triliun, sektor rumah tangga sebesar 19,4 persen atau Rp18,52 triliun, sektor bukan lapangan usaha lainnya sebesar 18,44 persen atau Rp17,57 triliun, serta sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 15,5 persen atau sebanyak Rp14,73 triliun.
"Sedangkan distribusi kredit per kabupaten kota berdasarkan lokasi bank di Provinsi Lampung, total kredit berjumlah Rp88.704,26 miliar dengan konsentrasi utama ada di Bandarlampung yang memberikan kontribusi dominan sebesar 57,86 persen atau sebanyak Rp51.314,38 miliar dan Kota Metro sebesar 10,43 persen dengan nominal Rp9.256,07 miliar," katanya menambahkan.
Selanjutnya Kabupaten Lampung Utara sebesar 7,86 persen atau sebesar Rp6.972,54 miliar, Kabupaten Lampung Tengah sebesar 7,65 persen atau berjumlah Rp6.790,81 miliar, dan Kabupaten Pringsewu dengan persentase 5,88 persen atau sebanyak Rp5.214,65 miliar.
"Gabungan lima daerah yang memiliki distribusi kredit terbesar tersebut telah menyumbang 89,68 persen dari total portofolio kredit perbankan di seluruh wilayah Provinsi Lampung," ujar dia.
Ia mengatakan OJK akan terus memperluas akses pembiayaan melalui pendekatan ekosistem agar UMKM tidak hanya memperoleh modal, tetapi juga memperoleh penampungan serta akses pasar.
Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.