OJK Kunjungi Nursery PT WKS bahas potensi ekonomi kelapa di Tanjabtim - ANTARA News Jambi

calendar_today 20.08.2026 - person  - timer ~

Jambi (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi melaksanakan kunjungan ke fasilitas Nursery PT. Wirakarya Sakti (PT WKS) pada Kamis.

Dalam kunjungan tersebut, OJK membahas potensi komoditas kelapa di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari penjajakan kolaborasi untuk mendorong pengembangan ekonomi masyarakat melalui penguatan rantai pasok hasil produksi kelapa hingga ke industri.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Syafrizal selaku Biro Perekonomian Provinsi Jambi, Yufnizarman, Direktur Kredit Syariah, Yanti, Pimpinan Bank Sinarmas KC Jambi, Yudi, perwakilan Bank Jambi, dan Rahmat Kurniawan, perwakilan Bank BRI.

Dalam kunjungannya, salah satu potensi yang dibahas adalah pengembangan produk turunan kelapa berupa cocopeat.

Produk tersebut berpotensi menjadi bagian dari rantai pasok industri apabila masyarakat mampu menghasilkan produk dengan standar kualitas, volume, hingga menjadi program yang berkelanjutan.

OJK berharap pemerintah daerah dan perbankan mendorong upaya pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan ekosistem usaha yang lebih terintegrasi.

Dukungan yang dimaksud tidak hanya mencakup pembiayaan, tetapi juga fasilitasi sarana dan prasarana produksi hingga proses distribusi, sehingga masyarakat dapat meningkatkan perekonomian dan mampu berdaya secara mandiri.

“Untuk program ini tidak bisa hanya dari industri saja, tetapi juga memerlukan komitmen dan dukungan dari Pemda (Pemerintah Daerah). Kami sedang mencoba propose kegiatan ini kemudian kita laksanakan pendekatan kepada masyarakat” ujar Yan Iswara Rosya, Kepala OJK Provinsi Jambi.

Menanggapi hal tersebut, PT WKS menyampaikan bahwa peluang pemanfaatan cocopeat produksi masyarakat Tanjabtim secara prinsip memungkinkan untuk dijajaki, mengingat perusahaan masih membutuhkan pasokan cocopeat.

PT WKS juga berharap pengembangan produksi cocopeat masyarakat dapat dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan standar dan kualitas yang dibutuhkan perusahaan, termasuk kapasitas serta kesinambungan pasokan.

Dengan demikian, apabila seluruh persyaratan dapat terpenuhi, hasil produksi masyarakat berpotensi terhubung dengan kebutuhan industry.

“Kami melihat ini sebagai sebuah potensi yang baik. PT WKS masih membutuhkan tambahan supply cocopeat, sehingga apabila masyarakat dapat menghasilkan produk dengan standar dan kualitas yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan, tentunya ini menjadi peluang yang dapat kita jajaki bersama.

Harapannya, kebutuhan industri dapat sekaligus menjadi bagian dari upaya menggerakkan perekonomian masyarakat Tanjung Jabung Timur,” ujar Taufik Qurochman, Public Relation Head PT WKS.

Penjajakan tersebut masih memerlukan proses dan pembahasan lebih lanjut, khususnya terkait kesiapan produksi masyarakat, standar mutu, kapasitas produksi, kebutuhan sarana dan prasarana, kontinuitas pasokan, hingga mekanisme distribusi.

Pada kunjungan ini juga diisi kegiatan demonstrasi proses pengaplikasian cocopeat pada bibit tanaman Acacia Crassicarpa. Dalam hal ini, OJK menyampaikan rasa terima kasihnya karena telah berkesempatan untuk memahami proses dan gambaran kegiatan business process yang berjalan di PT WKS.

“Kami berterima kasih kepada PT WKS karena dengan adanya kunjungan ini kami jadi belajar, jadi tahu bagaimana business process di PT WKS” ujar OJK.

Bagi PT WKS, keterlibatan dalam penjajakan ini menjadi bagian dari upaya membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan serta melihat peluang pemanfaatan potensi lokal yang dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan masyarakat.

Pewarta: Rilis/Nanang Mairiadi
Editor : Nanang Mairiadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.