Jakarta -
Tidak semua menu di restoran terjamin keamanannya. Baru-baru ini seorang pelanggan diduga menemukan kecoak di pesanan nasi goreng buatan restoran terkenal.
Penemuan benda atau hewan pada makanan memang sering terjadi, sekalipun di restoran yang populer atau memiliki reputasi baik. Namun, hal ini tidak boleh diabaikan begitu saja mengingat makanan yang disajikan akan masuk ke tubuh pelanggan. Jika terkontaminasi benda atau hewan tertentu, maka bisa menimbulkan risiko kesehatan berbahaya hingga mengancam nyawa.
Sayangnya, banyak pelanggan masih mengalami insiden buruk seperti itu. Terkadang penyebabnya karena kondisi dapur yang sibuk, kurangnya SOP pengecekan akhir sebelum makanan disajikan, atau memang karena kurangnya higienitas di area penyimpanan bahan baku.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baru-baru ini seorang pelanggan menemukan hewan di pesanan makannya. Insiden tersebut dibagikan dalam sebuah video TikTok @taksunattakape pada tanggal 12 Juli.
Sambil menandai (tag) akun Singapore Food Agency dan The National Environment Agency (NEA), pelanggan menunjukkan kondisi pesanan nasi goreng yang ia beli di sebuah restoran tidak disebutkan namanya, tetapi berlokasi di Kampung Admiralty, lapor mustsharenews.com (19/7).
Pelanggan bernama Qamar pesan tiga porsi nasi goreng kerang dari Yassin Kampung melaui aplikasi GrabFood. Ketika sampai, Qamar langsung menyantapnya.
Pelanggan ini menduga temukan kecoak di pesanan nasi gorengnya. Foto: Getty Images/Nattawat Jindamaneesirikul
Jika dilihat dari video, nasi goreng tersebut dikemas dalam bungkus thinwall untuk dibawa pulang. Nasi gorengnya pun tampak sudah dimakan hampir setengahnya.
Di antara tumpukan nasi cokelat, irisan cabai, dan daun bawang, pelanggan menemukan suatu benda mengerikan. Gambar kemudian diperbesar untuk memperlihatkan hewan tersebut secara jelas.
Jika dilihat secara lebih detail, memang benda asing tersebut mirip seperti hewan serangga dengan kaki tipis yang ia duga adalah seekor kecoak. Serangga itu tampak kehilangan bagian bawah tubuhnya, dengan kepala dan kakinya saja yang terlihat jelas.
"Saya mulai berpikir, 'apakah saya baru saja memakan bagian tubuh kecoak yang lain?" ujarnya.
Menyadari hal tersebut, ia kemudian mulai memuntahkan semua yang telah dimakannya. Qamar merasa sangat jijik dan tidak pernah akan mengunjungi restoran itu lagi.
Sebagai pelanggan yang baru pertama kali membeli di restoran tersebut, Qamar langsung melaporkan insiden ini melalui GrabFood. Untungnya Qamar mendapat kompensasi pengembalian dana penuh di tanggal 12 Juli.
Dia juga mengatakan bahwa teman-temannya diduga mengalami pengalaman serupa di hari sebelumnya. Teman-temannya juga menemukan kecoak mini goreng di nasi goreng seafood dari tempat beli yang sama.
Unggahan videonya ramai dibanjiri komenyar netizen. Tidak sedikit yang prihatin dengan dugaan kelalaian kebersihan di restoran tersebut.
Ada juga netizen yang pernah mengalami masalah serupa sebelumnya. Sejak kejadian tersebut, ia langsung berhenti mengunjungi restorannya.
"Eee kalau banyak pelanggan yang kenap kenapa gerainya tidak pernah dipaksa tutup? Ini sangat tidak higienis. Menjijikan," ujar seorang netizen.
Seroang pelanggan tetap tidak percaya dengan insiden ini. Ia berkomentar, "OMG saya selalu beli di sana."
(aqr/adr)