Netanyahu diduga melakukan operasi “bendera palsu” untuk picu perang baru - ANTARA News Kalimantan Timur

calendar_today 02.10.2026 - person  - timer ~

Istanbul (ANTARA) - Kepala otoritas Israel Benjamin Netanyahu dituding merencanakan operasi pembajakan menggunakan skenario false flag (bendera palsu) dengan melibatkan pesawat asal Uni Emirat Arab untuk menyeret Amerika Serikat terlibat ke perang baru dengan Iran.

Tudingan itu dilaporkan media televisi milik Pemerintah Iran, Press TV, Kamis (1/10), mengutip sumber regional yang dianggap mengetahui hal itu.

Sumber tersebut mengatakan insiden yang melibatkan penerbangan maskapai flydubai dari Dubai ke Tel Aviv pada Rabu (30/9) merupakan bagian dari rencana tersebut.

Operasi itu dibahas dan disepakati selama kunjungan rahasia Netanyahu ke Uni Emirat Arab selama tiga hari sebelum insiden penerbangan tersebut terjadi, kata sumber itu.

Sumber tersebut juga mengatakan Netanyahu didampingi beberapa pejabat tinggi militer dan intelijen dalam kunjungan rahasia itu.

Selain itu, pembahasan dalam pertemuan itu melibatkan pejabat dari beberapa negara Arab untuk berfokus pada perancangan operasi yang nantinya dapat disalahkan kepada Iran.

Sumber Press TV itu juga mengatakan tujuan dari hal tersebut adalah untuk menyeret Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke dalam perang lain melawan Iran.

Sumber tersebut juga mengaitkan rencana itu dengan situasi politik dalam negeri Israel, dengan menyatakan bahwa Netanyahu khawatir mengenai prospek koalisinya dalam pemilihan parlemen yang akan datang.

Press TV tidak mengungkap identitas sumber maupun menyajikan bukti dalam laporannya untuk memperkuat tuduhan tersebut.

Belum ada tanggapan langsung dari Israel, Uni Emirat Arab, maupun AS terkait tuduhan tersebut.

Tuduhan itu muncul sehari setelah penerbangan flydubai FZ1073, yang mengangkut 174 penumpang dari Dubai ke Tel Aviv, melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional Prince Sultan bin Abdulaziz di Kota Tabuk, Arab Saudi.

Rabu (30/9), flydubai menyatakan terjadi "perselisihan di kokpit" dan awak pesawat dapat mengamankan pesawat sebelum pesawat tersebut dialihkan dengan selamat ke Arab Saudi.

Pihak otoritas bandara Arab Saudi menyatakan kapten dan kopilot pesawat tersebut mengalami luka-luka dan telah dilarikan ke rumah sakit. Seluruh penumpang dan awak pesawat dilaporkan dalam keadaan selamat.

Pusat Keselamatan Transportasi Nasional Arab Saudi kemudian membuka penyelidikan terkait insiden tersebut.

Flydubai mengumumkan bahwa penerbangan menuju dan dari Israel akan ditangguhkan sementara selama penyelidikan berlangsung.

Langkah tersebut akan memungkinkan pihak berwenang untuk mengungkap seluruh fakta seputar insiden tersebut.

Sumber: Anadolu

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Netanyahu diduga lakukan operasi "bendera palsu" picu perang baru

Pewarta: Yoanita Hastryka Djohan
Editor : Helti Marini S

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.