Kathmandu -
Kekhawatiran pasca banjir bandang di Nepal mulai dirasakan oleh turis-turis dunia. Lembaga otonom pemerintah menjanjikan bahwa Nepal sudah aman.
Lumbini Development Trust (LDT), sebuah lembaga otonom pemerintah Nepal yang bertanggung jawab penuh atas restorasi, pemeliharaan, pengembangan, dan pengelolaan Situs Warisan Dunia UNESCO angkat suara terkait dengan pembatalan liburan yang mulai dilakukan oleh turis-turis dunia.
Menurut LDT, banjir Bhotekoshi pada tanggal 26 Agustus menyebabkan kerugian besar baik dari segi korban jiwa maupun harta benda di distrik Rasuwa, Nuwakot, dan Dhading, namun dampaknya terbatas hanya pada wilayah-wilayah tersebut. LDT meyakinkan bahwa sebagian besar destinasi wisata lainnya berada dalam kondisi aman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Destinasi wisata dan situs keagamaan utama lainnya di seluruh Nepal juga beroperasi secara normal. LDT mengimbau wisatawan mancanegara dan peziarah untuk tidak menunda kunjungan mereka, seperti dikutip dari The Rising Nepal Daily, pada Minggu (13/9/2026).
Dalam sebuah pernyataan, LDT menegaskan bahwa Lumbini, tempat kelahiran Sang Buddha Gautama, tidak terdampak oleh banjir tersebut. Situs-situs utama di dalam kawasan 'Greater Lumbini Area' disebut aman, akses menuju Lumbini, Kapilvastu, Devadaha, dan Ramgram dapat dilakukan tanpa kendala.
Hotel, transportasi, pemandu wisata, dan layanan pariwisata lainnya juga beroperasi seperti biasa.
"Secara keseluruhan, Nepal kini aman untuk dikunjungi; destinasi wisata utama, situs warisan budaya, pusat ziarah, dan layanan pariwisata beroperasi secara normal. Wisatawan dapat melanjutkan rencana perjalanan dan ziarah mereka dengan tenang, sembari tetap memantau informasi terkini dan arahan perjalanan setempat jika diperlukan," demikian bunyi pernyataan tersebut.
Para pelaku usaha pariwisata menyatakan perlunya penyampaian informasi yang akurat, karena adanya anggapan keliru bahwa banjir melanda seluruh negeri dapat menimbulkan ketidakpastian di kalangan wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Nepal.
Para anggota parlemen juga menyoroti masalah ini dalam rapat Dewan Perwakilan Rakyat, dengan menyatakan bahwa informasi keliru yang menyebutkan seluruh wilayah Nepal terdampak banjir telah sampai ke telinga masyarakat internasional.
Mereka mendesak pemerintah untuk menginformasikan kepada dunia bahwa hanya sejumlah distrik terbatas yang terdampak, sementara sebagian besar wilayah negara tersebut tetap aman dan terbuka bagi para pengunjung.
Pihak pengelola menyatakan kesiapannya untuk menyambut wisatawan dan peziarah dari seluruh dunia di Lumbini, sebuah destinasi yang membawa pesan perdamaian, welas asih, dan harmoni.
(bnl/wsw)