Nelayan Lembanato Touna terapkan rompong pintar berbasis energi terbarukan

calendar_today 15.08.2026 - person  - timer ~

Nelayan Lembanato Touna terapkan rompong pintar berbasis energi terbarukan

Sabtu, 15 Agustus 2026 14:44 WIB

Image Print

Ketua Tim PKM Ryfial Azhar melakukan Instalasi Sistem Rompong Pintar Berbasis Energi Surya Hibrida kepada Kelompok Nelayan AMANAH di Desa Lembanato, Kecamatan Togean, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulteng. ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi

Touna, Sulteng, (ANTARA) - Kelompok Nelayan Amanah di Desa Lembanato, Kecamatan Togean, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah (Sulteng) menerapkan Sistem Rompong Pintar Berbasis Energi Surya Hibrida atau Smart Green Fishing System melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Tadulako 2026.

"Jadi penerapan sistem rompong pintar ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi perikanan tangkap sekaligus menjawab persoalan tingginya biaya operasional nelayan di wilayah kepulauan khususnya di Desa Lembanato," kata Ketua Tim PKM Universitas Tadulako Ryfial Azhar di Touna, Sulteng, Sabtu.

Ia mengemukakan pihaknya membuat energi terbarukan dengan memanfaatkan panel surya monocrystalline 200 Wp, baterai deep cycle 12V 100Ah, solar charge controller, smart controller berbasis mikrokontroler, sistem timer dan auto-dimming, serta lampu LED marine grade IP68 sebagai atraktor ikan.

Menurut dia, penggunaan energi matahari yang diperoleh pada siang hari disimpan dalam baterai dan digunakan untuk mendukung operasional pencahayaan pada malam hari.

Sistem otomatisasi memungkinkan lampu bekerja berdasarkan pengaturan waktu serta mengatur tingkat terang dan redup secara lebih efisien, sehingga penggunaan energi dapat disesuaikan dengan kebutuhan operasional penangkapan ikan.

"Teknologi ini sekaligus mendukung konsep Green Fishing, karena mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, kebisingan mesin genset, emisi, serta risiko pencemaran di lingkungan perairan Kepulauan Togean," ujar dia.

Ia menuturkan selama ini lokasi Desa Lembanato sulit dijangkau sehingga mengakibatkan harga BBM di tingkat pengecer lebih tinggi.

"Jika menggunakan genset untuk menyalakan lampu atraktor selama 10 hingga 12 jam pada malam hari membuat sebagian pendapatan hasil tangkapan habis untuk menutupi biaya bahan bakar," katanya melanjutkan.

Ryfial menyebutkan penerapan Smart Rompong secara partisipatif dengan melibatkan Kelompok Nelayan Amanah sejak tahap sosialisasi, penyiapan rakit, pemasangan perangkat hingga pelatihan pengoperasian dan pemeliharaan.

Tim Universitas Tadulako pun sebelumnya sudah memberikan pemahaman kepada nelayan mengenai Green Fishing, pemanfaatan energi surya, manajemen daya, dan sistem otomatisasi pencahayaan.

"Tentunya keterlibatan aktif masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun kemampuan nelayan agar teknologi dapat dioperasikan dan dipelihara secara mandiri," katanya.

Ia menjelaskan kehadiran teknologi tersebut sebagai inovasi tepat guna berbasis energi terbarukan dapat menjadi alternatif dalam mengurangi beban biaya energi serta mendorong modernisasi perikanan tangkap yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

"Kolaborasi antara perguruan tinggi, mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat nelayan juga diharapkan memperkuat keberlanjutan program serta membuka peluang replikasi teknologi pada unit rompong lainnya," ujar dia.

Pewarta : Moh Salam
Editor: Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026