Sabtu, 17 Oktober 2026 21:59 WIB
Pelajar sekolah dasar Natuna, Kepulauan Riau pulang setelah menyelesaikan proses belajar mengajar, Sabtu (17/10/2026). ANTARA/Muhamad Nurman
Natuna (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Kepulauan Riau meluncurkan program menjeling (monitoring evaluasi Jumat keliling) untuk mendeteksi dini dan mencegah perundungan serta berbagai permasalahan lain di lingkungan sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Natuna Ilham Kauli di Natuna, Sabtu, mengatakan pada program ini Disdikbud Natuna melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala setiap pekan terhadap satuan pendidikan di bawah kewenangan kabupaten sebagai upaya untuk mengetahui permasalahan yang terjadi sekolah.
Ia menjelaskan program ini bertujuan mendeteksi dini permasalahan yang dihadapi sekolah, termasuk kasus pencabulan, kekurangan guru, serta masalah sarana dan prasarana lainnya.
"Jumat keliling itu bukan hanya datang ke sekolah, tetapi bisa juga melalui zoom (dalam jaringan). Ini merupakan bagian dari pembinaan serta upaya untuk mengetahui dan menyelesaikan masalah," ucapnya.
Menurut dia, program tersebut baru diluncurkan pada pekan ini. Kegiatan terbaru dilaksanakan pada Jumat (16/10), dengan kunjungan ke salah satu sekolah di pulau terdepan, yakni Pulau Laut.
Pada kunjungan itu, timnya melihat kondisi sarana dan prasarana serta menyerap informasi.
Ia menerangkan program ini bersifat terbuka dan tertutup. Monitoring terbuka dilakukan pada waktu yang diketahui oleh pihak sekolah, sementara monitoring tertutup dilakukan melalui inspeksi mendadak atau tanpa diketahui sekolah.
Tujuan sidak untuk memastikan kebenaran setiap laporan yang diterima Disdikbud Natuna serta mengetahui kondisi sekolah pada hari-hari tanpa kunjungan.
"Menjeling ini sebenarnya bukan berarti kegiatan hanya dilakukan pada Jumat. Namun, saat ada informasi kasus, kami juga akan langsung turun sehingga tidak ada persiapan di sekolah. Dengan demikian kami juga bisa melihat kondisi sekolah, apakah memang selalu dalam keadaan bersih atau hanya saat ada kunjungan saja," katanya.
Ia menjelaskan Disdikbud Natuna tengah berupaya menciptakan dunia pendidikan yang bermutu dan bermartabat. Hal tersebut, dilakukan berdasarkan arahan yang ditangkapnya dari pesan-pesan yang disampaikan Bupati Natuna Cen Sui Lan.
"Apa yang saya tangkap dari arahan pimpinan, dalam hal ini Ibu Bupati, beliau menginginkan generasi kita tidak hanya cerdas, tetapi juga bermartabat," katanya.
Pewarta : Muhamad Nurman
Editor:
Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.