NASA Ternyata Sudah Bertemu Alien di Mars 50 Tahun Silam

calendar_today 23.07.2026 - person  - timer ~

Jakarta, CNBC Indonesia - Tanda kehidupan di Planet Mars pernah ditemukan NASA pada 1976. Temuan itu berasal dari misi Viking yang mendeteksi sinyal positif dalam eksperimen pencarian mikroorganisme di permukaan Planet Merah.

Saat itu, NASA mengirim dua wahana pendarat, Viking 1 dan Viking 2, untuk mempelajari kondisi Mars sekaligus mencari tahu apakah planet tersebut dihuni makhluk hidup. Untuk itu, kedua wahana dibekali instrumen biologi bernama Labeled Release (LR).

Mengutip situs resmi NASA, LR dirancang untuk mendeteksi aktivitas metabolisme mikroorganisme dengan cara memberikan larutan nutrisi ke sampel tanah Mars. Jika terdapat organisme hidup, sampel diperkirakan akan menghasilkan gas sebagai respons metabolisme.

Hasilnya di luar dugaan. Instrumen LR mencatat respons positif di kedua lokasi pendaratan Viking.

"Percobaan tersebut menghasilkan sinyal awal yang kuat dan positif di kedua lokasi pendaratan, mencerminkan hasil uji serupa yang dilakukan di Bumi yang secara jelas membuktikan adanya aktivitas biologis," ungkap peneliti utama eksperimen, Gilbert Levin, dalam riset The Case for Extant Life on Mars and Its Possible Detection by the Viking Labeled Release Experiment (2016).

Bagi Levin, temuan tersebut menunjukkan bahwa eksperimennya telah mendeteksi kehidupan mikroba di Mars. Jika benar, penemuan itu akan menggugurkan anggapan lama bahwa Bumi merupakan satu-satunya planet yang memiliki kehidupan.

Belakangan, sejumlah penemuan dari misi-misi berikutnya dinilai Levin semakin memperkuat interpretasinya. Wahana Curiosity menemukan lonjakan metana musiman di atmosfer Mars serta molekul organik pada batuan sedimen purba.

Sementara itu, Mars Express milik Badan Antariksa Eropa (ESA) melaporkan indikasi adanya danau air cair di bawah lapisan es di kutub selatan Mars. Levin juga menilai beberapa citra Curiosity memperlihatkan struktur yang menyerupai stromatolit, yakni formasi batuan yang di Bumi dibentuk oleh koloni mikroorganisme.

Meski demikian, kesimpulan Levin hingga kini belum diterima secara luas.

"Komunitas ilmiah pada umumnya sepakat bahwa percobaan Viking LR tidak mendeteksi adanya kehidupan. Reaksi yang diamati oleh instrumen tersebut dan hasil lain dari Viking dapat dijelaskan oleh bahan kimia reaktif yang disebut perklorat," kata astrobiolog NASA Chris McKay, dikutip dari Space.com.

McKay mengatakan penjelasan Levin bukan merupakan pandangan yang paling diterima di kalangan ilmuwan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa hipotesis tersebut juga belum dapat sepenuhnya dibantah.

"Kehidupan mungkin bukan penjelasan yang paling disukai secara ilmiah, tetapi belum dapat dibantah," kata McKay.

Atas dasar ini, hampir 50 tahun setelah misi Viking mendarat di Planet Merah, sinyal yang terekam dalam eksperimen Labeled Release masih menjadi salah satu misteri terbesar dalam eksplorasi Mars. Hingga kini, belum ada konsensus ilmiah apakah sinyal tersebut benar-benar merupakan tanda kehidupan atau sekadar hasil reaksi kimia di permukaan Mars.

(mfa)

Add

as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]