Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:30 WIB
Jakarta, VIVA – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Maruli Simanjuntak buka suara terkait isu yang menyebut dirinya masuk dalam bursa calon Panglima TNI. Maruli mengungkap dirinya tidak mempermasalahkan namanya masuk dalam bursa tersebut.
Baca Juga
Dia mengatakan berdasarkan aturan, seluruh kepala staf yang kini menjabat berpeluang menjadi calon Panglima TNI.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Ya nggak apa-apa. Kalau calon semua juga calon. Seluruh kepala staf calon," kata Maruli di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu 7/10/2026.
Baca Juga
Dia juga menilai hal biasa saja saat namanya dikatikan akan menjadi calon panglima TNI berikutnya.
"Ya biasa saja," kata dia.
Baca Juga
Sebagai informasi, Maruli merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1992 yang berasal dari kecabangan infanteri (Kopassus) dan Detasemen Tempur Cakra. Jabatan terakhir jenderal bintang empat ini adalah Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat.
Ia juga baru mendapat anugerah Tanda Kehormatan Maha Putra Adi Pradana dari Presiden Prabowo Subianto dalam peringatan HUT ke-81 TNI di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta, Senin (5/10).
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco menyebut parlemen belum menerima surat presiden (supres) terkait pergantian Panglima TNI. Hal ini diungkap Dasco menyusul dengan banyaknya pertanyaan mengenai hal tersebut.
"Beberapa hari belakangan memang sudah sudah banyak yang menanyakan kepada kami di DPR, 'Apakah sudah menerima surpres tentang pergantian panglima TNI?'. Dan pada hari ini, saya sampaikan bahwa DPR belum menerima surpres tentang pergantian panglima TNI," ucap dia.
Selain itu, Dasco juga mengaku memperoleh informasi bahwa Panglima TNI belum akan diganti.
"Menurut informasi yang kami dapat bahwa Presiden belum akan mengganti panglima TNI," katanya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sementara itu, terkait Presiden Prabowo Subianto yang memanggil perwira tinggi (pati) TNI dan Kepolisian Negara Republik Indonesia pada Rabu ini, Dasco menyebut Presiden akan memberikan taklimat.
"Itu memang keinginan Presiden untuk memberikan pembekalan, penguatan, dan tambahan kekayaan wawasan kebangsaan dan lain-lain," ujarnya. (ANT)
VIVA.co.id
7 Oktober 2026