Musim Kemarau 2026 Kapan Berakhir? Ini Prediksi BMKG dan Daerah yang Masih Kering

calendar_today 02.09.2026 - person  - timer ~

Lantas, kapan musim kemarau 2026 berakhir dan wilayah mana yang memiliki durasi kemarau paling panjang? Berikut prediksi BMKG selengkapnya.

Baca Juga: Gus Kikin Pantas Pimpin NU, Sosoknya Tidak Suka Gaduh


Musim Kemarau 2026 Kapan Berakhir?

Musim kemarau di Indonesia pada 2026 diperkirakan berlangsung lebih lama dibandingkan kondisi normal.

Berdasarkan prediksi BMKG, sebagian besar wilayah Indonesia akan mulai mengakhiri musim kemarau pada pertengahan hingga akhir Oktober 2026, meski di sejumlah daerah kondisi kering dapat bertahan hingga November.

Pada umumnya, musim kemarau di Indonesia berakhir sekitar Oktober. Namun, pada 2026, pengaruh El Niño berpotensi membuat periode cuaca panas dan kering berlangsung lebih panjang di sejumlah wilayah.

BMKG memprediksi fenomena El Niño masih dapat bertahan hingga awal 2027. Peluang El Niño mencapai kategori moderat diperkirakan sebesar 98 persen, sedangkan peluang mencapai kategori kuat sekitar 62 persen.

Baca Juga: Presiden Prabowo Tiba di Rusia, Jadi Tamu Kehormatan Utama Eastern Economic Forum

Meski demikian, dampak El Niño terhadap Indonesia diperkirakan paling terasa ketika bertepatan dengan musim kemarau hingga sekitar pertengahan Oktober.


Durasi Musim Kemarau 2026 di Berbagai Wilayah

Berdasarkan pemutakhiran data BMKG per Juni 2026, durasi musim kemarau di Indonesia cukup beragam. Berikut perkiraan lamanya musim kemarau di sejumlah wilayah:

  • Sumatera: sekitar 3-28 dasarian atau 30-280 hari.

  • Jawa: sekitar 11-30 dasarian atau 110-300 hari.

  • Bali, NTB, dan NTT: sekitar 19-29 dasarian atau 190-290 hari.

  • Kalimantan: sekitar 4-18 dasarian atau 40-180 hari.

  • Sulawesi: sekitar 5-28 dasarian atau 50-280 hari.

  • Maluku Utara, Maluku, dan Papua: sekitar 3-23 dasarian atau 30-230 hari.

Perbedaan durasi tersebut menunjukkan bahwa akhir musim kemarau tidak terjadi secara bersamaan di seluruh Indonesia.

Ada wilayah yang lebih cepat memasuki musim hujan, sementara daerah lainnya masih mengalami kondisi kering hingga lebih lama.


FAQ

1. Kapan musim kemarau 2026 diprediksi berakhir?

Secara umum, BMKG memperkirakan musim kemarau 2026 berakhir pada pertengahan hingga akhir Oktober. Namun, beberapa wilayah masih dapat mengalami kondisi kering hingga November.

2. Mengapa musim kemarau 2026 berlangsung lebih lama?

Salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut adalah fenomena El Niño yang berpotensi memperpanjang periode panas dan kering di sejumlah wilayah Indonesia.

3. Apakah musim kemarau berakhir bersamaan di seluruh Indonesia?

Tidak. Setiap wilayah memiliki pola musim yang berbeda sehingga waktu berakhirnya musim kemarau juga tidak sama.

4. Wilayah mana yang memiliki durasi kemarau paling panjang?

Berdasarkan pemutakhiran data BMKG per Juni 2026, Jawa memiliki perkiraan durasi kemarau hingga 300 hari. Bali, NTB, dan NTT dapat mengalami kemarau hingga sekitar 290 hari.

5. Apakah El Niño masih berlangsung saat musim kemarau berakhir?

BMKG memprediksi El Niño berpotensi bertahan hingga awal 2027. Meski demikian, dampaknya terhadap Indonesia diperkirakan paling terasa ketika bertepatan dengan periode musim kemarau.


Kesimpulan

Musim kemarau 2026 di Indonesia diperkirakan secara umum berakhir pada pertengahan hingga akhir Oktober. Meski begitu, sejumlah wilayah masih berpotensi mengalami kondisi kering hingga November.

Durasi kemarau juga berbeda-beda di setiap wilayah. Karena itu, masyarakat perlu tetap mengikuti informasi dan perkembangan cuaca dari BMKG, terutama di daerah yang masih menghadapi kondisi panas, kekeringan, serta potensi kebakaran hutan dan lahan.