MU Dihajar Tim Promosi, Scholes Semprot Bruno Fernandes dan Luke Shaw

calendar_today 25.08.2026 - person  - timer ~

Jakarta, CNN Indonesia --

Legenda Manchester United Paul Scholes mengkritik pedas Bruno Fernanes dan Luke Shaw usai kekalahan Setan Merah dari Hull City pada pekan pembuka Liga Inggris, Sabtu (22/8).

Man United kalah 0-2 di Stadion MKM yang seluruhnya berasal dari situasi bola mati di babak pertama. Kekalahan ini terasa menyakitkan karena Hull adalah tim promosi yang diprediksi akan terdegradasi.

Selepas pertandingan, Bruno Fernandes mengeluh kepada media bahwa timnya telah melakukan kesalahan yang sama seperti musim lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pilihan Redaksi

  • Jonatan Christie Ranking 1 Dunia: Raket Harapan dan 13 Tahun Berselang
  • Persija Resmi Berpisah dengan Gustavo Almeida
  • Alasan Ramon Tanque Dicoret dari Skuad Persib Musim 2026/2027

"Di setiap laga tandang, kami terlalu banyak membiarkan lawan menguasai bola. Dalam 20 menit pertama, kiper kami yang paling banyak menyentuh bola," kata Fernandes dikutip Daily Mail.

"Kami seharusnya melakukan pressing lebih tinggi dan bermain lebih agresif. Selain itu, kami perlu membenahi pertahanan saat situasi bola mati agar tidak kebobolan seperti tiu. Tim-tim seperti ini selalu menunggu momen tersebut," ujar Fernandes menambahkan.

Namun, Scholes menyoroti komentar Bruno Fernandes. Menurutnya sang kapten tidak pantas mengkritik rekan setim di saat permainannya sendiri juga tak maksimal.

"Saya ingin tahu apa maksudnya. Kesalahan apa yang mereka lakukan," kata Scholes dalam sebuah siniar yang dikutip Daily Mail.

"Apalagi mengingat performanya sendiri di laga itu. Menurut saya sebaiknya dia diam saja. Dia juga tidak tampil maksimal," ujar Scholes menambahkan.

Selain mengkritik komentar Bruno Fernandes, Scholes juga menyoroti pernyataan Luke Shaw yang dianggap meremehkan pelatih Michael Carrick.

Shaw mengatakan, dua gol yang bersarang ke gawang MU disebabkan persiapan tim yang kurang maksimal mengantisipasi bola mati tim lawan.

"Luke Shaw selalu saja berkomentar. Dan, itu merupakan kritik terhadap staf pelatih. Jika ada pemain yang bicara begitu, Anda pasti akan berpikir 'sialan', dan Anda akan memanggil mereka untuk menghadap pada Senin pagi," ujar Scholes.

Scholes mengungkapkan betapa dia dan para pemain bintang Man United di eranya, sangat menghormati pelatih Sir Alex Ferguson.

"Komentar-komentar seperti itu bukan sekadar rasa hormat, bicara soal rasa takut terhadap pelatih dan apa yang mereka kayakan, itu sebenarnya bentuk ketidakhormatan terhadap pelatih dan staf."

"Sebagai pemain, kalau kami berani bilang soal Sir Alex bahwa 'kami tidak siap', wah gawat! Dia pasti langsung menegur keras dan mungkin mempermalukanmu di depan seluruh tim," tutur Scholes.

Dion Dublin, legenda Premier League lainnya yang hadir dalam siniar tersebut, juga mendukung pernyataan Scholes. Dublin menyarankan Carrick untuk 'memutus' hubungan terlalu akrab dengan pemain demi menegaskan otoritasnya sebagai pelatih.

"Masalah soal status teman atau rekan kerja yang dia alami saat menjadi pelatih sementara, kini berubah. Tantangan terberat adalah setelah Carrick diangkat sebagai pelatih tetap dan dia harus memutus ikatan itu. Menurut saya, situasi ini akan sulit bagi sosok seperti Michael [Carrick] karena dia orang yang sangat baik."

"Tapi sekarang dia seorang pelatih dan harus berhenti bersikap seperti, 'apa kabar, kawan', 'bagaimana kabarmu, sobat', atau 'mau minum bir bareng?'. Hal-hal itu tidak bisa dilakukan lagi. Saat ini situasinya adalah, "Saya pelatih dan kamu pemain. Lakukan saja apa yang diinstruksikan," ujar Dublin.

Kekalahan menyakitkan dari tim promosi wajib menjadi evaluasi bagi Michael Carrick. The Red Devils kini terpuruk di peringkat ke-16 klasemen Premier League dan harus berbenah sebelum terlambat.

[Gambas:Video CNN]

(jun)