MPR RI: Literasi kreatif bantu pahami nilai Empat Pilar

calendar_today 14.09.2026 - person  - timer ~

MPR RI: Literasi kreatif bantu pahami nilai Empat Pilar

Senin, 14 September 2026 21:07 WIB

Image Print

Kegiatan Literasi Kreatif di Perpustakaan MPR RI, kompleks parlemen, Jakarta, Senin (14/9/2026).ANTARA/HO-MPR RI

Jakarta (ANTARA) - Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah mengatakan literasi kreatif dapat menjadi cara menarik untuk memberikan pemahaman mengenai nilai-nilai Empat Pilar MPR RI melalui pengalaman yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

"Saya sangat mendukung literasi kreatif ini. Karena ini memang dikaitkan dengan Empat Pilar, di mana bahan-bahannya tadi kalau bisa terdiri dari empat macam. Ini mencerminkan bahwa bahan-bahan yang berbeda dapat dipadukan dan menghasilkan hasil yang sangat baik," ujar Siti dalam keterangannya saat menghadiri kegiatan Literasi Kreatif di Perpustakaan MPR RI, kompleks parlemen, Jakarta, Senin.

Kegiatan bertema "Pilar Kebangsaan, Aroma Kedamaian: Meracik Harmoni Empat Pilar MPR RI melalui Aromaterapi" tersebut mengajak sekitar 50 orang pegawai memadukan bahan dengan karakter aroma berbeda hingga menghasilkan aroma yang harmonis.

Menurut Siti, proses tersebut menggambarkan keberagaman Indonesia yang dapat dipersatukan melalui semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Keselarasan dalam meracik aroma, kata dia, juga dapat menjadi pembelajaran mengenai pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan.

"Coba kalau tidak ada keselarasan antara wanginya, mungkin hasilnya juga tidak bagus, wanginya tidak enak. Nah, ini adalah salah satu pencerminan dari Empat Pilar tersebut," katanya.

Menurut dia, pendekatan kreatif diperlukan agar nilai-nilai kebangsaan tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga dapat dirasakan melalui pengalaman langsung. Kegiatan serupa akan terus dikembangkan di lingkungan MPR RI.

Selain memberikan pengalaman kreatif, Siti mengatakan keterampilan meracik aromaterapi berpotensi dikembangkan menjadi peluang usaha sehingga peserta dapat membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada rekan lainnya.

"Kita berbeda-beda suku bangsa, agama, dan latar belakang, tetapi kita harus menjadi satu untuk peningkatan MPR dan menjaga keutuhan NKRI," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Sistem Informasi MPR RI Budi Muliawan mengatakan kegiatan Literasi Kreatif merupakan salah satu inovasi Perpustakaan MPR RI untuk meningkatkan minat baca dan keterlibatan pegawai dalam memanfaatkan fasilitas perpustakaan.

"Perpustakaan MPR selalu berusaha menumbuhkan minat baca teman-teman semuanya dengan berbagai inovasi atau kegiatan yang kami lakukan. Salah satunya adalah kegiatan literasi kreatif hari ini," ujarnya.

Budi mengatakan perpustakaan dapat dimanfaatkan bukan hanya untuk membaca, tetapi juga sebagai ruang alternatif bagi pegawai untuk bekerja, berdiskusi, dan menggelar rapat.

"Tujuannya supaya teman-teman ini sering-sering hadir ke perpustakaan. Di perpustakaan itu banyak ruangannya. Kalau misalnya Bapak-Ibu Kepala Bagian, Kepala Biro dan Inspektur ingin mencari suasana lain saat bekerja, boleh bekerja di sini. Ada ruang rapat dan berbagai fasilitas lainnya," kata Budi.

Ia juga mengajak pegawai membawa keluarga, khususnya anak-anak, untuk memanfaatkan fasilitas perpustakaan sebagai sarana mengenalkan budaya membaca sejak dini.

"Kalau misalnya Bapak Ibu punya putra-putri yang masih kecil, mungkin bisa diajak ke sini. Kami juga memiliki pusat untuk anak-anak," katanya.

Budi membuka kesempatan bagi pegawai mengusulkan koleksi buku untuk pengembangan Perpustakaan MPR RI.

"Kalau Bapak-Ibu punya ide, misalnya perpustakaan MPR harusnya dibelikan buku ini, silakan disampaikan. Kalau anggarannya ada, nanti kami belikan. Kalau belum ada, kita rencanakan untuk tahun depan," ujarnya.

Kegiatan tersebut dipandu Gita Rinjani, perfumer, educator olfaktori, dan konsultan desain aroma.

Perpustakaan MPR RI juga rutin menerima kunjungan pelajar, mahasiswa, dan masyarakat sebagai bagian dari upaya memperluas pemanfaatan fasilitas literasi.

Pewarta : Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026