MPR: Penguatan kompetensi guru inklusif perlu strategi menyeluruh - ANTARA News Ambon, Maluku

calendar_today 11.07.2026 - person  - timer ~

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Lestari Moerdijat menilai percepatan penguatan kompetensi guru untuk mewujudkan pendidikan inklusif harus didukung data yang akurat serta strategi yang komprehensif.

"Masih terdapat kesenjangan yang besar antara kebutuhan dan ketersediaan guru yang kompeten di lapangan. Karena itu, diperlukan strategi yang komprehensif untuk mempercepat peningkatan kompetensi guru dalam menjalankan pendidikan inklusif," kata Lestari dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) per September 2025, terdapat 363.921 murid penyandang disabilitas di seluruh Indonesia. Sebanyak 199.375 murid di antaranya belajar pada 60.910 satuan pendidikan penyelenggara pendidikan inklusif (SPPI).

Lestari mengatakan hanya sekitar 15 persen dari total SPPI yang memiliki guru pembimbing khusus (GPK). Menurut dia, kondisi tersebut menjadi hambatan serius dalam mewujudkan layanan pendidikan yang setara.

"Upaya peningkatan jumlah guru yang mampu mendidik anak berkebutuhan khusus harus segera direalisasikan. Ini bukan hanya soal kuantitas, tetapi juga kualitas kompetensi yang harus dikejar," ujarnya.

Perempuan yang akrab disapa Rerie itu menilai percepatan peningkatan kompetensi guru memerlukan langkah yang nyata dan terukur. Ia mendukung program pemerintah yang menargetkan pelatihan bagi 1.500 guru di 25 provinsi sepanjang 2026 hingga mencapai tingkat mahir.

Meski demikian, anggota Komisi X DPR RI tersebut mengingatkan target itu masih jauh dari kebutuhan nasional.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), saat ini terdapat 2.663 guru yang memenuhi syarat sebagai kandidat peserta pelatihan, dengan potensi tambahan 5.129 calon peserta melalui skema penyetaraan.

"Pemerintah harus konsisten dan agresif. Program pelatihan yang diluncurkan Kemendikdasmen merupakan langkah awal yang baik, tetapi jangan berhenti sampai di situ. Kita perlu melihat rasio ideal," katanya.

Rerie juga menekankan bahwa peningkatan kompetensi guru tidak hanya berfokus pada aspek teknis. Menurut dia, keberhasilan pendidikan inklusif ditentukan oleh kemampuan guru memahami kebutuhan setiap anak dan menyesuaikan metode pembelajaran.

"Guru adalah agen perubahan yang harus memiliki kemampuan berpikir kritis dan kemanusiaan. Mereka harus mendapat dukungan semua pihak agar mampu menerjemahkan filosofi pendidikan nasional ke dalam praktik pembelajaran yang inklusif dan adaptif, terutama di era digital," ujar Lestari.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: MPR: Penguatan kompetensi guru inklusif perlu strategi menyeluruh

Pewarta: Benardy Ferdiansyah
Uploader : Moh Ponting

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.