Mindfulness dalam Islam Tidak Sama dengan Pernyataan Maudy Ayunda

calendar_today 15.09.2026 - person  - timer ~

AKURAT.CO Setiap hari, layar ponsel seolah tidak pernah kehabisan kabar buruk. Berita bencana, konflik, kriminalitas, kemiskinan hingga berbagai persoalan sosial muncul silih berganti di lini masa.

Tak sedikit orang akhirnya merasa lelah. Bukan karena tidak peduli, tetapi karena terlalu banyak hal yang harus dipikirkan dalam waktu bersamaan.

Situasi semacam itulah yang menjadi perhatian Maudy Ayunda dalam konten YouTube berjudul “Mindfulness in the Age of Bad News” yang diunggah pada 21 Agustus 2026.

Dalam konten tersebut, Maudy menceritakan pengalamannya ketika menghadapi berbagai berita buruk. Ia mengaku pernah merasa kewalahan, tidak berdaya, menangis hingga marah ketika harus memproses banyak persoalan yang terjadi secara bersamaan.

Menurut Maudy, seseorang tetap dapat peduli terhadap berbagai persoalan di sekitarnya tanpa harus membiarkan arus informasi negatif terus menguasai kondisi mental.

Namun, pembahasan tersebut kemudian kembali ramai setelah videonya diperbincangkan netizen.

Sejumlah warganet menilai pembahasan tentang “bad news” perlu dilihat dari perspektif yang lebih luas. Sebab, sesuatu yang bagi seseorang hanya berupa berita di layar ponsel bisa jadi merupakan kenyataan pahit yang sedang dialami orang lain.

Baca Juga: Ramai Isu Gempa Megathrust, Begini Cara Islam agar Kita Jauh dari Musibah

Kritik tersebut bahkan kemudian mendapat respons dari Maudy.

Ia mengakui bahwa kemampuan untuk mengambil jarak dari berita merupakan sebuah privilese. Tidak semua orang memiliki pilihan untuk menjauh dari informasi, terutama ketika persoalan yang diberitakan berdampak langsung terhadap kehidupan, keluarga, pekerjaan atau komunitas mereka.

Terlepas dari polemik tersebut, ada satu pertanyaan menarik yang bisa dibawa ke dalam perspektif Islam: apakah konsep mindfulness sama dengan konsep kesadaran yang diajarkan Islam?