Lombok Tengah (ANTARA) - Mandalika Grand Prix Association (MGPA) menyatakan Mandalika Festival of Speed (MFoS) round 3 yang digelar di Sirkuit Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 14-16 Agustus diyakini mampu memperkuat fondasi ekosistem motorsport Indonesia.
"Penyelenggaraan MFoS merupakan bagian dari upaya membangun kompetisi balap roda empat yang berkelanjutan di Indonesia," kata Vice President Operations Mandalika Grand Prix Association Try Agung Hartanto usai upacara pembukaan MFoS putaran ketiga di Sirkuit Mandalika, Minggu.
Ia mengatakan kejuaraan nasional balap mobil ini juga diharapkan dapat menguatkan kegiatan wisata di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, yang bisa dinikmati wisatawan asing maupun lokal.
"Event ini diharapkan dapat mendukung pengembangan sport tourism di Mandalika," katanya.
Selain itu, event balap ini bisa mendukung pertumbuhan investasi di kawasan Mandalika yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat.
MFoS putaran ketiga direncanakan menghadirkan sejumlah kelas dan kategori, mulai dari kejurnas ITCR 1200, ITCR 1500, ISTCR 3600, Superstars Sportcar Series, KRIDA Agya One Make Race, Subaru BRZ Super Series, hingga Time Attack.
Selain menghadirkan kompetisi balap nasional, MFoS putaran ketiga juga memberi kesempatan kepada masyarakat untuk menikmati atmosfer motorsport secara langsung dan dapat disaksikan secara gratis.
"MGPA berharap akses terbuka tersebut dapat semakin mendekatkan motorsport dengan masyarakat sekaligus memperluas basis penggemar olahraga otomotif di Indonesia," katanya.
Kehadiran pembalap, tim, komunitas, dan penonton juga diharapkan turut menggerakkan aktivitas ekonomi di kawasan The Mandalika dan sekitarnya.
"MFoS round empat selanjutnya digelar 16 Oktober 2026, seminggu setelah ajang MotoGP Indonesia digelar di Sirkuit Mandalika," katanya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: MFoS di Mandalika perkuat fondasi ekosistem motorsport Indonesia
Pewarta: Akhyar Rosidi
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.