Mereka menabung air di bawah lapangan bermain

calendar_today 09.08.2026 - person  - timer ~

Dari permukaan, proses tersebut nyaris tidak terlihat. Namun, di bawah tanah, air hujan disimpan untuk menjadi cadangan ketika musim kemarau datang

Cimahi (ANTARA) - Anak-anak berlarian di sebuah lapangan yang berada tidak jauh dari jalur rel kereta api di kawasan Baros, Kota Cimahi, Jawa Barat. Suara mereka sesekali terdengar di antara kegiatan warga yang melintas di sekitar permukiman.

Dari tampilannya, lapangan itu layaknya ruang bermain bagi anak-anak di sejumlah tempat lain. Namun, bagi warga setempat, lapangan tersebut memiliki fungsi lain yang tak kalah penting, yakni tempat menyimpan air.

Di sekitar kawasan itu, air hujan, yang sebelumnya dibiarkan begitu saja selama musim hujan dan mengalir entar ke mana, sebagian diarahkan menuju saluran menuju ke sejumlah titik resapan di bawah lapangan.

Warga merencanakan saluran itu dengan cermat.

Dari permukaan, proses tersebut nyaris tidak terlihat. Namun, di bawah tanah, air hujan disimpan untuk menjadi cadangan ketika musim kemarau datang.

Sebuah tandon berkapasitas sekitar 1.000 liter menjadi tempat warga mengambil air ketika membutuhkan. Dengan sistem gravitasi, air dapat dimanfaatkan tanpa harus menggunakan pompa.

Bagi warga setempat, cara tersebut merupakan hasil dari pengalaman menghadapi kekeringan yang dahulu datang berulang setiap musim kemarau.

Kini, ketika sebagian wilayah mulai merasakan ancaman kekeringan, lapangan itu menjadi pengingat bahwa air yang turun saat musim hujan dapat disimpan untuk menghadapi hari-hari kering.

Seorang warga memperlihatkan hasil air dari tempat cadangan air warga Baros melalui teknik Water Harvesting di Kota Cimahi, Jawa Barat. ANTARA/Ilham Nugraha.

Tabungan air

Editor: Sapto Heru Purnomojoyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.