REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Yayasan Mercy Corps Indonesia dan DBS Foundation menerima penghargaan apresiasi dari Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Menteri Sosial. Penghargaan ini atas kontribusi dalam mendukung pemberdayaan perempuan pelaku usaha mikro dan kecil melalui Program LAKSMI (Langkah Akselerasi Kapasitas Usaha Mikro Inklusif).
Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian peluncuran Program LAKSMI di Taman Budaya Jawa Timur, Surabaya. Program LAKSMI merupakan program pendampingan usaha end-to-end berbasis ekosistem yang bertujuan meningkatkan kapasitas pengusaha mikro menuju kemandirian sosial dan ekonomi yang berkelanjutan.
Apresiasi tersebut memperkuat peran DBS Foundation dan Mercy Corps Indonesia dalam mendukung pemberdayaan pengusaha mikro, khususnya perempuan, melalui pelatihan dan pendampingan yang inklusif.
Hingga Agustus 2026, program tersebut telah menjangkau lebih dari 20.000 perempuan melalui pelatihan yang mencakup literasi keuangan, literasi digital, manajemen usaha, pemasaran digital, serta akses terhadap produk dan layanan keuangan.
Head of Group Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia, Mona Monika, mengatakan apresiasi dari pemerintah semakin memperkuat komitmen DBS Foundation untuk terus mendukung pemberdayaan perempuan pelaku UMKM.
“Kami sangat mengapresiasi penghargaan yang diberikan Menteri UMKM dan Menteri Sosial kepada DBS Foundation dan Mercy Corps sebagai kolaborator Program LAKSMI. Penghargaan ini semakin meningkatkan komitmen kami di DBS Foundation untuk terus memberdayakan perempuan pelaku UMKM melalui literasi keuangan dan digital serta inklusi keuangan,” ujar Mona.
Menurut dia, kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan organisasi masyarakat sipil diperlukan untuk membangun ekosistem yang dapat mendukung perkembangan UMKM di Indonesia.
“Kami berharap kolaborasi dengan berbagai pihak termasuk pemerintah dan mitra NGO dapat membangun ekosistem yang lebih kuat lagi untuk kemajuan UMKM di Indonesia,” katanya.
Di Surabaya, pelaksanaan program juga bersinergi dengan berbagai agenda pemberdayaan wirausaha, termasuk Inspirational Talks dalam rangkaian Bursa Wirausaha Unggulan yang digelar Kementerian UMKM RI.
Melalui pendekatan yang melibatkan pemerintah daerah, lembaga keuangan, komunitas, dan akademisi, program tersebut berupaya memperkuat ketahanan keuangan perempuan pelaku UMKM sekaligus memperluas peluang usaha.
Perwakilan Mercy Corps Indonesia mengatakan apresiasi yang diberikan pemerintah menjadi motivasi sekaligus tanggung jawab untuk terus memperkuat kolaborasi dalam pemberdayaan perempuan pelaku usaha mikro.
“Pemberdayaan perempuan pelaku usaha mikro hanya akan berdampak luas jika dilakukan bersama-sama—pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan komunitas. Ke depan kami akan terus mendorong agar semakin banyak perempuan memiliki kapasitas mengelola keuangan, memanfaatkan digital, dan mengakses pembiayaan secara tepat,” ujarnya.
Program Financial Inclusion for Women Entrepreneurs tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga membangun ekosistem belajar bagi peserta untuk saling berbagi pengalaman, memperluas jejaring, dan mendapatkan akses pasar.
Pembelajaran dari rangkaian kegiatan di tiga kota tersebut selanjutnya akan dirangkum dalam dokumen rekomendasi untuk disampaikan kepada Kementerian UMKM sebagai masukan kebijakan.
Melalui kolaborasi dalam Program LAKSMI, DBS Foundation dan Mercy Corps Indonesia berkomitmen melanjutkan dukungan kepada perempuan pelaku UMKM agar semakin memiliki kapasitas dalam mengelola usaha, memperkuat ketahanan finansial, serta mengembangkan usaha secara berkelanjutan.