Sabtu, 10 Oktober 2026 13:35 WIB
Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara. ANTARA/HO-Kementerian Transmigrasi
Batam, Kepri (ANTARA) - Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mendukung pemanfaatan teknologi pengolahan air laut untuk memenuhi kebutuhan industri pusat data di Batam, Kepulauan Riau, sekaligus menjaga pasokan air bagi masyarakat.
"Investasi harus berjalan bersama tanggung jawab. Kebutuhan air pusat data harus disiapkan dengan baik, termasuk melalui SWRO," kata Iftitah dalam keterangannya yang diterima di Batam, Kepri, Jumat.
Menurut dia, teknologi seawater reverse osmosis (SWRO) atau pengolahan air laut menjadi air tawar dapat menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan operasional pusat data tanpa membebani pasokan air masyarakat dari waduk.
"Dengan perencanaan yang jelas, kita bisa menjaga kebutuhan masyarakat sekaligus memberi ruang bagi tumbuhnya industri baru," ujarnya.
Iftitah menyampaikan hal tersebut sejalan dengan langkah Badan Pengusahaan (BP) Batam yang mendorong pembangunan fasilitas SWRO secara mandiri oleh pelaku industri pusat data.
Berdasarkan data BP Batam pada September 2026, terdapat 10 rencana pengembangan pusat data di Batam, dengan satu di antaranya telah beroperasi.
BP Batam memproyeksikan pembangunan fasilitas SWRO di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa dan kawasan industri Kabil dapat menambah kapasitas produksi air sekitar 750 liter per detik pada tahap awal dalam dua hingga tiga tahun mendatang.
Kapasitas tersebut direncanakan meningkat menjadi sekitar 1.000 liter per detik pada tahap berikutnya guna memenuhi kebutuhan industri tanpa mengurangi pasokan air waduk bagi masyarakat.
Selain kebutuhan air, Iftitah mendukung penguatan pasokan listrik dan infrastruktur penunjang melalui koordinasi antara pemerintah, BP Batam, penyedia energi, serta pelaku usaha.
Berdasarkan pemetaan BP Batam pada September 2026, kapasitas pusat data yang telah beroperasi, komitmen investasi, dan rencana pengembangan secara keseluruhan mencapai 1,47 gigawatt (GW) kapasitas teknologi informasi (IT).
Peningkatan kapasitas tersebut memerlukan kesiapan infrastruktur energi untuk mendukung pertumbuhan industri pusat data di Batam.
Iftitah mengatakan Batam memiliki peluang menjadi salah satu pusat data berskala global karena posisi geografisnya yang strategis dan potensi menarik investasi lanjutan di sektor ekonomi digital serta kecerdasan buatan (AI).
Menurut dia, peluang tersebut perlu didukung ekosistem yang andal, kepastian layanan investasi, dan kesiapan tenaga kerja agar manfaat pengembangan industri dapat dirasakan masyarakat setempat.
"Kehadiran pusat data bukan hanya soal teknologi, tetapi juga kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh pekerjaan, keterampilan, dan pendapatan yang lebih baik," katanya.
Sementara itu,
Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kepulauan Riau (Kepri), mengalirkan air dari embung di kawasan Kebun Raya Nongsa ke Waduk Nongsa melalui pemasangan pipa interkoneksi sebagai upaya mempercepat pengamanan pasokan air bagi masyarakat.
Kepala BP Batam Amsakar Achmad dalam keterangan tertulis yang diterima di Batam, Selasa, mengatakan Tinggi Muka Air (TMA) Waduk Nongsa berada pada kisaran 5,5 meter di atas permukaan laut, atau mengalami penurunan sekitar 4,5 meter dibandingkan kondisi normal.
Saat kondisi normal, rata-rata TMA Waduk Nongsa berada pada kisaran 10 meter di atas permukaan laut. Pada kondisi puncak, TMA dapat mencapai sekitar 12,7 meter di atas permukaan laut.
Salah satu langkah yang dilakukan oleh BP Batam adalah mengalirkan air dari embung yang berada di kawasan Kebun Raya Nongsa melalui pemasangan pipa interkoneksi menuju Waduk Nongsa agar debit dapat naik secara bertahap.
“Kami berupaya mendorong debit air di waduk ini agar posisi 5,5 meter ini secara bertahap bisa meningkat. Paling tidak, dengan interkoneksi pipa ini, bisa naik satu atau dua meter,” katanya.
Selain mengalirkan air dari embung ke waduk tersebut, BP Batam juga mengupayakan penyambungan pipa 250 milimeter (mm) dan pipa 300 mm sebagai bagian dari sistem interkoneksi.
Penyambungan tersebut dilakukan untuk meningkatkan efektivitas booster sehingga dorongan air menuju masyarakat berjalan lebih optimal.
“Kita ingin agar pekerjaan teknis ini bisa cepat selesai sehingga tidak ada lagi keluhan masyarakat,” kata Amsakar menambahkan.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Mentrans dukung pengolahan air laut untuk pusat data di Batam
Pewarta : Aria Ananda
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.