Menteri Jumhur: Pilah Sampah Berhasil, PSEL Hanya Kebagian 15-20% Sampah - Investasi Hijau Katadata.co.id

calendar_today 16.07.2026 - person  - timer ~

Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat mewanti-wanti Danantara selaku penanggung jawab program pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL), agar mewaspadai risiko kekurangan sampah untuk diolah.

Menurut Jumhur, risiko kekurangan bahan baku ini bisa terjadi ketika gerakan pilah sampah sudah berjalan optimal dan mampu menggulirkan sampah ke fasilitas daur ulang, alih-alih dibakar di PSEL. Gerakan pilah sampah tengah dikampanyekan pemerintah, untuk menekan timbulan sampah di tempat pemrosesan akhir (TPA). 

“Kalau gerakan pilah sampah itu sempurna, ya itu (sampah) yang masuk ke PSEL cuma 15-20 persen, enggak sampai 1.000 ton,” kata Jumhur, dalam Waste to Energy Talks 2026 di Jakarta, Kamis (16/7).

Situasi ini nantinya bisa menyulitkan pemerintah daerah. Sebab, berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025, pemerintah daerah berkewajiban memenuhi kebutuhan sampah 1.000 ton per hari untuk memasok PSEL di daerahnya. 

“Kasihan itu pemda harus bayar denda (bila tak memenuhi input sampah),” ucap Jumhur.

Menanggapi hal ini, Chief Investment Officer BPI Danantara Pandu Sjahrir mengatakan, akan selalu ada risiko dari setiap proyek. “Selalu ada risiko, harus di-manage saja,” kata dia. 

"Tapi memang itu alhamdulillah Pak Menteri telepon artinya concern-nya sangat ada dan juga sudah identifikasi kemungkinan yang bakal ada," ujar Pandu menambahkan.

Sementara untuk menekan risiko kekurangan input sampah di tiga proyek PSEL tahap pertama, perusahaan pengembang akan dilibatkan di aspek hulu, termasuk perihal pengangkutan sampah. Keterlibatan ini di antaranya dengan investasi untuk menambah truk listrik yang mengangkut sampah menuju fasilitas PSEL. 

PT PLN (Persero) sebagai offtaker utama listrik dari PSEL, diketahui telah berdiskusi dengan para calon mitra pengembang PSEL. Direktur Energi Baru Terbarukan PLN Suroso Isnandar memastikan, berapa pun listrik yang akan diproduksi PSEL, akan sepenuhnya diserap PLN.

Dia memastikan fluktuasi produksi listrik dari PSEL tidak akan menganggu sisitem kelistrikan. “Kami yang mengelola sistem jaringan kelistrikan bisa memberi semacam ruang gerak adanya variasi sampah ini. Worst case kita sudah lihat dan yakinkan bahwa ini bisa tertangani dengan baik,”  ujarnya.