Menteri ESDM Bahlil Sebut Anggaran Subsidi Akan Ditambah Imbas Harga Minyak Naik - Energi Katadata.co.id

calendar_today 11.09.2026 - person  - timer ~

Menteri ESDM atau Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengatakan, pemerintah akan menambah anggaran subsidi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara alias APBN 2026. Hal ini dilakukan karena kondisi naiknya harga minyak acuan dunia.

Minyak Brent, yang menjadi patokan global, harganya naik 0,5% menjadi US$ 108,13 per barel pada pukul 08.18 waktu Singapura. Kontrak berjangka Brent telah naik hampir 13% sepanjang pekan ini. Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) naik 0,6% menjadi US$ 103,05 per barel.

“Presiden Prabowo berpandangan bahwa membela dan menjaga daya beli masyarakat menengah ke bawah itu jauh lebih penting, sekalipun dengan berbagai macam hal-hal yang harus kita lakukan, seperti menambah anggaran subsidi saya pikir itu bagian daripada langkah yang kita lakukan,” kata Bahlil saat ditemui di Kementerian ESDM, Jumat (11/9).

Dia juga menyebut naiknya harga minyak dunia memang akan menambah beban subsidi APBN. Bahlil menyampaikan dirinya telah berkonsultasi terus dengan Menteri Keuangan atas arahan Presiden Prabowo.

Tak hanya berkonsultasi, Kementerian ESDM juga akan terus mengikuti perkembangan geopolitik dunia. “Khususnya menyangkut dengan harga minyak dunia yang tidak menentu. Tetapi pemerintah sampai dengan hari ini memutuskan untuk tetap menjaga harga minyak subsidi tidak ada kenaikan,” ujarnya.

Meski harga minyak dunia naik, dia menyebut secara rata-rata Harga Minyak Mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) periode Januari hingga Agustus masih berada di kisaran US$ 85- US$ 90 per barel. Menurutnya kondisi ini masih tergolong aman.

Harga minyak Brent telah melonjak hampir 80% sepanjang tahun ini. Meski demikian, harga tersebut masih berada di bawah level tertinggi selama perang, yakni sedikit di atas US$ 126 per barel yang dicapai pada April.

Tak hanya minyak, harga gas alam Eropa juga meningkat, sementara produk olahan minyak seperti diesel mencatat kenaikan yang bahkan lebih tajam. Kondisi tersebut diperparah oleh perang Rusia-Ukraina.

Harga Minyak Indonesia Naik

Pemerintah menetapkan ICP Agustus sebesar US$ 89,43 per barel. Harga ini naik 9,5% atau US$ 7,75 per barel dibandingkan dengan ICP Juli yang berada di level US$ 81,68 per barel.  

Penetapan ini tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 352.K/MG.03/MEM.M/2026 yang tentang Harga Minyak Mentah Indonesia Bulan Agustus.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman mengatakan naiknya rata-rata ICP Agustus 2026 terjadi akibat dinamika pasar global yang dipengaruhi oleh tingginya risiko geopolitik serta potensi gangguan pasokan di jalur-jalur krusial. 

“Berbagai ketegangan di kawasan Selat Hormuz dan Laut Merah, termasuk serangan terhadap kapal tanker dan fasilitas kilang, telah memicu kekhawatiran pasar terhadap kelancaran pasokan minyak dunia,” kata Laode dalam siaran pers, Jumat (11/9). 

Lonjakan harga ICP ini sejalan dengan tren kenaikan harga minyak mentah utama di pasar internasional selama Agustus 2026. Tak hanya itu, faktor pengetatan sanksi politik-ekonomi serta kebuntuan diplomasi internasional juga turut menahan potensi penurunan harga minyak dunia.

Laode mengatakan pada September 2026, diproyeksikan ICP akan tetap berada di level tinggi, yaitu di kisaran US$ 83,00 hingga US$ 87,00 per barel.  Ancaman pasokan dari kendala di Teluk Hormuz dan perkiraan berkurangnya cadangan minyak AS turut menahan penurunan harga.