Menteri Ara Kantongi Daftar Tanah Tak Bertuan, Bakal Dibangun Rusun

calendar_today 14.07.2026 - person  - timer ~

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:42 WIB

Jakarta, VIVA – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) mengungkapkan bahwa pihaknya telah mendapatkan daftar tanah-tanah yang idle atau terlantar dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Tanah tak bertuan tersebut akan dimanfaatkan untuk pembangunan rumah susun atau rusun.

Baca Juga

"Kami mendapatkan tanah-tanah yang idle, itu clear and clean. Jadi benar-benar milik negara, dikuasai oleh negara, dan siap untuk dibangun rumah susun," ujar Ara di Jakarta, Selasa, 14 Juli 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terkait skemanya, dia mengatakan hal tersebut bisa dari Danantara, APBN, pengembang, atau Corporate Social Responsibility (CSR). "Nanti yang membangun kita bikin skemanya. Kemarin sudah saya laporkan, pertama bisa Danantara, dua bisa APBN, tiga pengembang, keempat CSR. Ada empat pola begitu," katanya.

Baca Juga

Dalam kesempatan sama, Ara juga menyampaikan bahwa lahan milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI di kawasan Tanah Abang, Jakarta akan dibangun seribu unit rusun.

"Di Tanah Abang, itu (lahannya) jelas sudah clear and clean. Itu segera kita akan bangun dengan Astra. Astra itu akan memberikan CSR-nya untuk membangun seribu unit rusun," katanya.

Baca Juga

Adapun lahan milik PT KAI di Kiara Condong, Bandung, menurut Ara, juga akan dibangun rumah susun. "Tanahnya sudah clear and clean dari KAI di Kiara Condong. Saya dengan KAI dan Astra untuk segera memulai dengan Walikota dan sebagainya perizinan di Kota Bandung," katanya.

Sebagai informasi, Ara sebelumnya mengungkapkan penyediaan perumahan di kawasan perkotaan diarahkan melalui pembangunan hunian vertikal. Dia mengatakan permasalahan penyediaan perumahan terutama di kawasan perkotaan dihadapkan dengan keterbatasan lahan untuk pembangunan rumah.

"Backlog" kepemilikan rumah masih menjadi masalah utama, kata dia, secara nasional kepemilikan rumah yang backlog itu 9,6 juta unit berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2025.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terkait rusun, kata Ara, memang menjadi perhatian dari Presiden Prabowo dan Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo.

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memperkuat dukungan terhadap Program Strategis Nasional (PSN) melalui Pembangunan Permukiman Hunian Vertikal. (Ant)

Tersangka dalam perkara korupsi tata kelola pertambangan mineral non-logam atau tanah jarang milik PT PMM

Terungkap! Modus Akal Bulus Tersangka Rekayasa Uji Lab Agar Tanah Jarang Lolos Ekspor

Kejagung mengungkap modus yang diduga digunakan para tersangka dalam perkara korupsi tata kelola pertambangan mineral non-logam atau tanah jarang milik PT PMM.

VIVA.co.id

8 Juli 2026