Menteri Agama sebut MTQ Nasional XXXI tinggalkan empat pesan penting

calendar_today 19.09.2026 - person  - timer ~

Semarang (ANTARA) - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan bahwa pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI di Semarang, Jawa Tengah, meninggalkan setidaknya empat pesan penting bagi masa depan peningkatan MTQ di Indonesia.

Pesan penting yang pertama, ia mengatakan, MTQ Nasional perlu dikembangkan dari sekadar perlombaan menjadi ekosistem pembelajaran dan peradaban Al Quran.

"Pembinaan qori, hafiz, mufasir, penulis, dan kaligrafer tidak boleh berhenti setelah MTQ usai," katanya pada acara penutupan MTQ Nasional XXXI di Semarang, Sabtu malam.

Ia berharap pemerintah daerah dan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) di semua tingkatan melaksanakan upaya pembinaan yang terencana, berkelanjutan, dan bisa menjangkau kalangan yang lebih luas.

"MTQ Nasional di Indonesia ini merupakan salah satu kebudayaan penting bagi Indonesia. Tidak ada negara yang seperti Indonesia melaksanakan pesta Al Quran seperti yang dilakukan di sini," katanya.

Pesan yang kedua, menurut Menteri Agama, MTQ menjadi semakin inklusif dengan hadirnya ekshibisi bagi penyandang disabilitas sensorik rungu untuk memperluas akses pelayanan pembelajaran Al Quran.

"Mushaf Al Quran isyarat perlu terus diperluas, disertai dengan tenaga pengajar, metode pembelajaran, dan fasilitas keagamaan yang ramah disabilitas," katanya.

"Tidak boleh seorang pun kehilangan kesempatan untuk mempelajari Al Quran karena beragam keterbatasan," ia menambahkan.

Baca juga: Gubernur Jawa Tengah sebut MTQ Nasional bikin suasana jadi adem ayem

Menteri Agama menyampaikan, pesan ketiga dari pelaksanaan Nasional XXXI adalah bahwa MTQ mesti semakin adaptif dengan perkembangan ilmu dan teknologi.

"Teknologi kita manfaatkan untuk memperluas pendidikan dan dakwah serta akses pada pengetahuan keislaman yang otoritatif. Sambil tetap untuk waspada terhadap disinformasi, manipulasi, penyalahgunaan data, dan ujaran kebencian di ruang digital," ia menjelaskan.

Pesan keempatnya, ia melanjutkan, penyelenggaraan MTQ dapat menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Kehadiran ribuan peserta dan pengunjung di lokasi pelaksanaan MTQ dapat mendatangkan manfaat ekonomi bagi pelaku usaha perhotelan, transportasi, kuliner, perdagangan, dan industri kreatif di daerah.

Berdasarkan perhitungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Badan Pusat Statistik, Menteri Agama mengatakan, perputaran uang selama pelaksanaan MTQ Nasional diperkirakan mencapai Rp1,2 triliun.

"Jadi, MTQ ini adalah rezeki buat masyarakat Jawa Tengah, khususnya Kota Semarang. Ini menunjukkan bahwa syiar Al Quran berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi rakyat dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," demikian Menteri Agama.

Baca juga: Kafilah MTQ Nasional berwisata ke Desa Wisata Kandri

Baca juga: Transaksi selama pameran MTQ Nasional mencapai Rp2,4 miliar

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.