Jakarta (ANTARA) - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan konsep dokter terbang yang disiapkan pemerintah untuk mempercepat akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah terpencil dan sulit menjangkau fasilitas kesehatan.
"Kenapa kemudian muncul juga ide mengenai dokter terbang? Istilah terbang itu karena dalam beberapa kali kesempatan kita berkeliling ke seluruh wilayah di Indonesia memang negara kita sangat luas ya, jangkauan fasilitasnya belum merata," kata Prasetyo di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu.
Konsep dokter terbang sebelumnya disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam Pidato Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya di Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Jumat (14/8).
Menurut dia, pemerintah saat ini mempercepat perbaikan fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas dan rumah sakit umum daerah (RSUD), untuk memperpendek jarak dan waktu masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan.
Gagasan dokter terbang menjadi bagian dari upaya menyediakan unit reaksi cepat kesehatan berbasis helikopter untuk wilayah tertentu. Konsep serupa juga telah diterapkan di sejumlah negara.
Prasetyo menjelaskan layanan tersebut nantinya dapat digunakan untuk menangani kondisi kesehatan tertentu di daerah terpencil. Namun, konsep tersebut tidak berarti setiap desa atau kelurahan harus memiliki moda transportasi udara.
"Tidak juga kemudian seluruh desa atau seluruh kelurahannya kemudian ada moda transportasi udaranya, kan tidak selalu seperti itu," ujarnya.
Selain dokter terbang, Prasetyo mengatakan Presiden Prabowo juga telah memerintahkan BUMN menyiapkan layanan dokter gigi keliling atau mobile dentist.
Layanan tersebut nantinya menggunakan kendaraan yang dilengkapi peralatan untuk memberikan pelayanan kesehatan gigi secara langsung kepada masyarakat.
Menurut Prasetyo, layanan dokter gigi keliling diharapkan membantu mempercepat penanganan masalah kesehatan, khususnya kesehatan gigi masyarakat.
Ia mengatakan pengembangan kendaraan dokter gigi keliling masih dalam proses. Pemerintah juga terus mengevaluasi perkembangannya karena peralatan yang dibutuhkan untuk pelayanan kesehatan gigi berbeda dengan peralatan kedokteran umum.
Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Uploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.