Jumat, 17 Juli 2026 20:02 WIB
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono saat diwawancarai oleh para awak media di Pusdik Armed Cimahi, Jawa Barat, pada Jumat (17/7/2026). (ANTARA/Ilham Nugraha)
Jakarta (ANTARA) - Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan unit usaha simpan pinjam pada Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) belum dapat dioperasikan secara luas, karena masih menunggu terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) tentang operasional koperasi.
Ferry menyebut layanan simpan pinjam merupakan salah satu unit usaha yang dirancang dalam model bisnis Koperasi Merah Putih. Namun, implementasinya masih menunggu penyelesaian regulasi sebagai dasar hukum operasional.
“Saat ini, Rancangan Peraturan Presiden (RPerpres) mengenai operasional KDKMP masih dalam pembahasan bersama antarkementerian dan pihak terkait guna menyusun tata kelola serta mekanisme pelaksanaannya,” kata Ferry saat dihubungi ANTARA dari Jakarta, Jumat.
Setelah regulasi tersebut ditetapkan, Ferry mengatakan layanan simpan pinjam akan diimplementasikan secara bertahap.
Namun, ia menyatakan tidak seluruh KDKMP akan langsung menjalankan unit usaha tersebut karena penerapannya disesuaikan dengan kesiapan masing-masing koperasi, termasuk pemenuhan persyaratan modal tetap sesuai ketentuan yang berlaku.
Pemerintah menargetkan sekitar 40.000 KDKMP beroperasi hingga akhir 2026. Sejalan dengan target tersebut, pemerintah juga menargetkan koperasi- koperasi tersebut menjalankan enam gerai usaha utama sebagai bagian dari model bisnis KDKMP.
Enam gerai tersebut yaitu gerai sembako, apotek desa, klinik desa, unit usaha simpan pinjam, kantor koperasi, serta pergudangan dan logistik.
“Khusus untuk layanan keuangan atau simpan pinjam, implementasinya masih menunggu penyelesaian regulasi sehingga saat ini pelaksanaannya belum merata di seluruh koperasi,” kata Ferry.
Berdasarkan data Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Simkopdes) per 17 Juli 2026, tercatat telah terbentuk 83.380 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia tapi belum semua memiliki bangunan fisik.
Pembangunan fisik koperasi hingga saat ini terus berjalan. Dari 35.856 lahan yang sudah terverifikasi, 16.531 koperasi telah tuntas 100 persen, dan 18.855 lokasi masih dalam tahap pembangunan.
Pewarta : Shofi Ayudiana
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026