Menko Pangan: MBG diprioritaskan untuk ibu hamil-balita dan daerah 3T

calendar_today 07.08.2026 - person  - timer ~

Menko Pangan: MBG diprioritaskan untuk ibu hamil-balita dan daerah 3T

Jumat, 7 Agustus 2026 10:31 WIB

Image Print

Arsip foto - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (kanan), Kepala BGN Sudaryono (tengah), Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kiri) dalam rapat koordinasi terbatas soal MBG di Jakarta, Kamis (6/8/2026). ANTARA/Harianto

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan pemerintah melakukan penajaman sasaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memprioritaskan ibu hamil, ibu menyusui, balita serta masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

"MBG harus hadir lebih dulu kepada mereka yang paling membutuhkan. Karena itu kita melakukan penajaman sasaran sekaligus memperkuat tata kelola agar anggaran negara benar-benar memberikan manfaat maksimal," kata Zulhas dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Langkah tersebut diputuskan dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program.

Dia menegaskan, evaluasi tidak hanya bertujuan memperbaiki tata kelola, tetapi memastikan manfaat program benar-benar dirasakan kelompok yang paling membutuhkan.

Pemerintah mencatat masih terdapat sekitar 11,15 juta ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang belum menerima manfaat MBG.

Kelompok itu menjadi prioritas karena berperan penting dalam percepatan penurunan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak dini.

Untuk memperluas jangkauan layanan, pemerintah juga mempercepat operasional 352 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah 3T yang tersebar di delapan provinsi dengan prevalensi stunting tertinggi.

Pemerintah turut menyiapkan skema indeks kemahalan bahan baku dan insentif sewa SPPG agar pelaksanaan program di wilayah terpencil dapat berjalan optimal.

Menko Pangan menegaskan, percepatan SPPG di daerah 3T menjadi salah satu prioritas pemerintah dan ditargetkan dapat diselesaikan dalam pekan ini. Pendataan kebutuhan dan kesiapan SPPG di wilayah tersebut sebagian besar juga telah diselesaikan.

"Prioritas kita sekarang SPPG di daerah 3T. Sebagian besar pendataannya sudah selesai dan kita targetkan minggu ini bisa dituntaskan, termasuk untuk wilayah Papua, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku," ucapnya.

"Kita ingin memastikan masyarakat di wilayah 3T juga mendapatkan pelayanan MBG dengan baik," tambah Zulhas.

Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) mempercepat pembangunan dan aktivasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah 3T sebagai bagian dari perbaikan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan menargetkan penyelesaiannya dalam waktu satu minggu ke depan.

Kepala BGN Sudaryono menegaskan bahwa percepatan tersebut dilakukan melalui pendekatan berbasis data agar pelaksanaan program benar-benar menjangkau wilayah yang paling membutuhkan, di antaranya wilayah Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, dan daerah 3T lainnya.

"Wilayah Papua, NTT, Nias, Maluku, Maluku Utara, dan daerah-daerah yang jauh menjadi prioritas karena masyarakat di sana sangat membutuhkan. Arahan Bapak Menko Pangan bersama seluruh kementerian dan lembaga adalah memastikan pelaksanaannya berjalan cepat, tepat sasaran, dan terkoordinasi dengan baik," kata pria yang akrab dipanggil Mas Dar itu di Jakarta, Kamis (6/8).

Pewarta : Muhammad Harianto
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026