Senin, 20 Juli 2026 16:05 WIB
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat memberi sambutan pada landing ceremony Nongsa Changi Cable (NCC) Batam-Singapura di Batam, Kepri, Senin (20/7/2026). (ANTARA/Amandine Nadja)
Batam (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut industri pusat data (data center) di Batam, Kepulauan Riau (Kepri) tumbuh sekitar 22 persen secara tahunan (year on year/yoy), melampaui rata-rata pertumbuhan nasional yang mencapai 19 persen.
Airlangga mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan Batam semakin berkembang sebagai salah satu pusat ekonomi digital Indonesia yang didukung investasi skala internasional.
"Ekspansi industri data center di Batam tumbuh 22 persen setiap tahun, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang sekitar 19 persen. Ini sektor yang tepat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia menuju target delapan persen," kata Airlangga di Batam, Senin.
Ia menyampaikan hal tersebut usai menghadiri peresmian Nongsa Changi Cable (NCC), kabel bawah laut internasional yang menghubungkan Batam dan Singapura untuk memperkuat konektivitas digital kedua negara tersebut.
Menurut Airlangga, Batam kini berkembang pesat sebagai gerbang digital Indonesia, didukung kehadiran kawasan Nongsa Digital Park (NDP) yang terus menarik investasi pusat data.
Selain itu, lanjutnya, perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, Oracle, juga telah memilih Batam sebagai lokasi pengembangan Cloud Region di kawasan Nongsa Digital Park.
"Batam sangat cepat muncul sebagai gerbang baru Indonesia. Investasi yang masuk menunjukkan kawasan ini semakin penting dalam ekosistem digital regional," ujarnya.
Airlangga mengatakan perkembangan tersebut sejalan dengan transformasi digital yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui pembangunan infrastruktur digital dan infrastruktur fisik.
Ia menjelaskan dunia kini memasuki era baru yang ditandai dengan pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), sehingga membutuhkan konektivitas digital berkecepatan tinggi dan kapasitas pusat data yang besar.
"Di era AI, manusia dan mesin maupun antarmesin membutuhkan koneksi digital yang cepat. Karena itu transformasi digital harus didukung infrastruktur yang memadai," katanya.
“Indonesia juga menjadi pasar potensial kecerdasan buatan terbesar keempat di Asia setelah China, India, dan Jepang,” tambahnya.
Untuk mendukung pertumbuhan industri digital, kata Airlangga, pemerintah juga terus memperkuat pasokan energi melalui pengembangan bauran energi.
“Infrastruktur digital membutuhkan energi dan listrik andal. Indonesia mengembangkan energi dan bauran energi untuk memasok kebutuhan tersebut, seperti energi geotermal di Sumatera dan tenaga surya di Batam,” katanya.
Selain itu, Airlangga mengatakan bahwa pemerintah menargetkan penambahan kapasitas pembangkit listrik hingga 100 gigawatt (GW) dalam beberapa tahun ke depan sebagai bagian dari agenda kerja sama Indonesia dan Singapura.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menko Airlangga: Industri pusat data Batam tumbuh 22 persen per tahun
Pewarta : Amandine Nadja
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.