Sementara kita hitung pemanfaatan teknologi desalinasi. Teruskan Satgas Tangki Air, karena sangat dibutuhkan masyarakat yang tidak memiliki akses instalasi pengolahan air bersih
Balikpapan (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menginstruksikan jajarannya untuk meneliti pemanfaatan teknologi desalinasi air laut sebagai solusi jangka panjang mengatasi krisis pasokan air bersih di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.
"Sementara kita hitung pemanfaatan teknologi desalinasi. Teruskan Satgas Tangki Air, karena sangat dibutuhkan masyarakat yang tidak memiliki akses IPA (instalasi pengolahan air bersih)," kata Menko AHY saat meninjau langsung proyek sumur bor di Kelurahan Teritip Kecamatan Balikpapan Timur, Kamis.
Kunjungan kerja yang didampingi Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud beserta pejabat utama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tersebut dilakukan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan air baku masyarakat.
Saat ini, Kota Balikpapan tengah menghadapi defisit pasokan air bersih hingga 1.000 liter per detik di tengah ancaman kemarau panjang dan fenomena El Nino yang membuat volume air permukaan di Waduk Manggar serta Waduk Teritip menyusut tajam.
Kebutuhan air baku di wilayah Teritip baru terpenuhi sebesar 1.500 liter per detik dari total kebutuhan ideal yang mencapai 2.500 liter per detik.
Baca juga: Pemprov Kaltim dan warga gelar shalat istisqa memohon turunnya hujan
Kondisi ini kian mendesak seiring melonjaknya jumlah penduduk akibat migrasi pendatangan yang masif semenjak Balikpapan ditetapkan sebagai kota mitra penopang Ibu Kota Nusantara (IKN).
Menko AHY menilai teknologi desalinasi air laut kini sudah semakin matang dan maju secara global. Pihaknya berharap perhitungan ulang investasi teknologi ini menghasilkan skema harga yang kompetitif dan terjangkau bagi pemerintah daerah maupun dunia bisnis agar dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Teknologi desalinasi adalah proses teknologi yang digunakan untuk menghilangkan kandungan garam dan mineral berlebih dari air laut atau air payau, sehingga air tersebut berubah menjadi air tawar yang bersih dan layak dikonsumsi atau digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Sebelumnya, rencana instalasi desalinasi di Balikpapan sempat terkendala biaya investasi yang tinggi ditaksir mencapai Rp50 miliar hingga Rp60 miliar serta problem konsumsi energi listrik yang besar.
Dalam peninjauan tersebut, Menko AHY juga berdialog dengan warga setempat yang mengusulkan pembangunan pipanisasi air baku ke Sepaku Semoi atau penerapan sistem desalinasi guna memenuhi kebutuhan air bersih di Balikpapan.
Baca juga: Pontianak siapakan 1 juta liter air tawar hadapi krisis air baku
Baca juga: BNPB: Kemarau panjang picu krisis air di Pemalang, Klaten, dan Sidrap
Pewarta: Arumanto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.