Menteri Keuangan Suahasil Nazara menghadiri pertemuan dengan Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti di kantor Bank Indonesia pada Kamis (24/9). Keduanya, antara lain membahas strategi pembiayaan pemerintah pada tahun depan.
"Kami sedang mendesain, bagaimana strategi pembiayaan 2027, tentu ini berkoordinasi dengan bank sentral. Karena harus memperhatikan kas pemerintah, kondisi pasar, biaya, risiko dan kesinambungan fiskal," ujar Suahasil dalam konferensi pers di kantor BI.
Suahasil menjelaskan, pemerintah dan BI memerlukan koordinasi yang erat, terutama dalam konteks pembiayaan. Keduanya membahas bagaimana strategi penerbitan surat berharga negara dan surat perbendaharaan negara, termasuk yang akan dilaksanakan pemerintah pada tahun depan.
Menurut dia, pertemuan antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia merupakan hal yang wajar. Kedua lembaga selalu berkoordinasi secara bilateral maupun dalam forum Komite Kebijakan Stabilitas Keuangan bersama LPS dan OJK.
"Kami bersinergi dalam menumbuhkan sektor-sektor perekonomian. Karena sektor-sektor ini menciptakan nilai tambah dan lapangan kerja," ujar dia.
Dalam pertemuannya dengan Destry, menurut Suahasil, keduanya juga membahas fenomena yang ada di pasar keuangan, termasuk pembentukan suku bunga di perekonomian domestik.
"Di Kementerian Keuangan, sejumlah BLU (Badan Layanan Umum) telah kami beri arahan tidak hanya mengejar bunga yang tinggi. Harus diimbangi dengan kewajiban mereka menciptakan pendapatan," kata dia.
Destry dalam konferensi pers yang sama juga menyatakan bahwa pertemuan kedua lembaga negara ini merupakan hal yang biasa dalam melakukan sinergi. Menurut dia, ada beberapa isu yang dibahas keduanya, mencakup likuiditas di pasar keuangan dan strategi penerbitan surat utang pemerintah dengan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia.
"Ada juga beberapa hal lain yang kami bahas, yang sebenarnya merupakan pembahasan reguler, khususnya tim teknis di KSSK," ujar dia.