Menjaga Mimpi Anak-anak Keluarga Dhuafa Melalui Wujudkan Anak Ceria |Republika Online

calendar_today 15.09.2026 - person  - timer ~

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Satu paket seragam sekolah baru di tangan anak-anak lain mungkin terasa seperti sebuah kepastian dan kewajaran. Namun di tangan Najwa Nada (7) paket seragam yang dibawakan amil Sinergi Amil Zakat untuknya itu seperti hadiah yang amat berharga.

Hadiah itu datang sebagai jawaban keresahan sang ayah, Iwan Setiawan (50). Hati Iwan tak tenang, mengetahui dirinya tak mampu menghadirkan seragam sekolah bagi putrinya yang baru saja menginjak jenjang Sekolah Dasar (SD). Antusiasme dan semangat belajar yang terpancar di mata Najwa justru menambah rasa bersalah Iwan karena tak bisa mendukung sepenuhnya pendidikan putri tercinta.

Setiap hari, Iwan bekerja sebagai pemetik tangkai daun jeruk. Dengan tangan kanan yang tidak berfungsi sempurna, pekerjaan itu tentu tidak mudah. Namun dari pekerjaan tersebutlah ia berusaha memenuhi kebutuhan keluarganya dan memastikan Najwa tetap bisa bersekolah.

Kehidupan keluarga Najwa begitu sederhana. Najwa bersama ayah dan ibunya tinggal di rumah warisan dengan dinding mengelupas dan atap lapuk di salah satu sudut area Kiaracondong, Kota Bandung. Kehidupan itu seolah selalu meminta mereka memilih antara kebutuhan pendidikan Najwa untuk masa depan atau kebutuhan sehari-hari keluarga untuk bertahan hidup. 

Ada ketakutan dalam diri Iwan, keterbatasannya dalam menyediakan kebutuhan Najwa akan berdampak pada motivasi belajar Najwa. Iwan tak mau anaknya merasa minder karena tak mengenakan seragam seperti teman-teman lainnnya di sekolah. Ia juga tidak ingin anaknya kehilangan alasan untuk terus menuntut pendidikan, padahal Najwa sudah menunjukkan prestasi yang baik sejak berada di Taman Kanak-kanak (TK). 

Kekhawatiran itu serta merta hilang ketika melihat anaknya menerima satu paket seragam sekolah lengkap dari Sinergi Amil Zakat yang terdiri atas seragam pramuka, kebaya, dan batik. Senyum terlukis menyaksikan keceriaan anaknya. Sebuah keyakinan terbit, Najwa akan lebih semangat dan percaya diri menuntut ilmu di sekolah dengan seragam baru itu.

Rasa syukur terpancar jelas dari kalimat yang dikemukakannya kemudian. “Saya atas nama Iwan Setiawan dan anak saya atas nama Najwa Nada Habibah mengucapkan terima kasih ke donatur yang sudah menyumbangkan baju seragam sekolah kebaya, batik, pramuka,” tutur Iwan.

Kisah Najwa hanyalah satu dari puluhan kisah anak-anak lain yang menerima bantuan pendidikan melalui program Wujudkan Anak Ceria di Sinergi Amil Zakat. Bantuan ini diberikan untuk mendukung anak-anak meraih masa depan yang lebih baik melalui jalur pendidikan.

Dalam waktu tiga bulan terakhir, terdapat 72 anak yang telah menerima manfaat bantuan pendidikan. Ada yang terbebas dari ancaman putus sekolah, ada yang mampu melangkah lebih nyaman dengan sepatu layak, serta ada yang datang ke sekolah dengan lebih percaya diri menggunakan seragam baru.

Menyadari kondisi dan kebutuhan anak-anak dari keluarga dhuafa cukup beragam, bantuan juga dialirkan dalam bentuk paket pangan bergizi, wisata edukasi, kebutuhan yang berkaitan dengan kesehatan, hingga layanan psikososial untuk anak-anak penyintas gempa NTT. Dengan demikian, secara total seluruh penerima manfaat berbagai bantuan dalam lingkup program Wujudkan Anak Ceria telah mencapai 396 anak.

Haidar Junda, Kepala Program Pemberdayaan ZIS Sinergi Amil Zakat, menyebutkan program Wujudkan Anak Ceria bertujuan menjangkau anak-anak dari kalangan yatim, dhuafa, dan disabilitas. “Setiap bantuan ditujukan untuk memberikan anak kesempatan tumbuh, belajar dan meraih mimpi. Harapannya program ini mampu memotivasi dan mendorong anak-anak yang tumbuh dalam keterbatasan untuk melangkah lebih jauh demi masa depan yang lebih berdaya,” tegas Haidar.