Bandung, CNN Indonesia --
Museum Geologi Bandung di Jawa Barat terus bertransformasi menjadi destinasi wisata edukasi yang inklusif lewat program unggulan Day and Night at the Museum.
Inovasi di bawah naungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini menawarkan pengalaman menjelajahi museum hingga malam hari dengan konsep interaktif dan harga terjangkau.
Program yang awalnya hanya diadakan pada momen khusus sejak 2015 ini resmi dikembangkan menjadi agenda rutin bulanan setiap awal bulan sejak 2023.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Museum Geologi Isnu Hajar Sulistyawan menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk mengubah citra museum menjadi ruang publik yang hidup bagi seluruh lapisan usia.
Pilihan Redaksi
Sesi malam hari menyajikan sensasi eksplorasi dengan pengaturan pencahayaan khusus yang menghadirkan suasana lebih tenang dan dramatis.
"Awalnya program Night at the Museum ini hanya digelar satu atau dua kali setahun. Mulai 2023, frekuensinya kita kembangkan dan jadwalkan rutin setiap awal bulan. Kalau malam hari suasananya lebih tenang, pencahayaannya diatur berbeda, dan pemandu kami mengenakan kostum khusus agar terkesan lebih dramatis," ujar Isnu, Sabtu (5/9).
Tak sekadar menyajikan pameran pasif, program ini dikemas dengan beragam aktivitas interaktif, mulai dari lomba mewarnai fosil anak-anak, kuis remaja, seminar dewasa, hingga permainan jelajah pameran keluarga.
Pada puncak musim liburan, operasional sehari semalam (09.00-22.00 WIB) tercatat mampu menyedot lebih dari 9.700 pengunjung.
Selain pameran ikonik seperti fosil T-Rex dan batu ametis raksasa, museum turut merevitalisasi ruang pamer kebencanaan pada 2024. Pengunjung kini dapat mencoba fasilitas ruang imersif serta simulator gempa bumi berskala 5 MMI (Modified Mercalli Intensity).
Seluruh fasilitas interaktif dan simulator gempa bumi tersebut dapat dinikmati masyarakat secara terjangkau hanya dengan memboyong tiket masuk seharga Rp5 ribu.
"Misi utama Kementerian ESDM melalui Museum Geologi adalah memberikan edukasi kegeologian dan mitigasi bencana kepada masyarakat. Karena itu fasilitas yang ada tidak dibuat memberatkan. Cukup bayar tiket masuk Rp5.000, semua layanan dan ruang simulator sudah include," kata Isnu.
Melalui program ini, pengelola berharap kesadaran masyarakat mengenai mitigasi bencana geologi serta pengelolaan potensi mineral dapat terus meningkat lewat sarana rekreasi yang interaktif.
(csr/wiw)