Kamis, 17 September 2026 - 19:29 WIB
Jakarta, VIVA – Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, melaksanakan pertemuan bilateral dengan Vice Chairman of the Central Military Commission (CMC) of the People’s Republic of China, Jenderal Zhang Shengmin, di Beijing, Kamis 17 September 2026.
Baca Juga
Pertemuan tersebut membahas perkembangan hubungan pertahanan Indonesia–Tiongkok yang dinilai terus menunjukkan kemajuan positif. Agenda ini sejalan dengan arahan strategis Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Tiongkok Xi Jinping dalam memperkuat komunikasi serta kerja sama pertahanan berbasis prinsip saling menghormati, saling percaya, dan saling menguntungkan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Kita ini negara yang berbasis kepada konstitusi, berbasis kepada kepentingan nasional, tetapi mempunyai suatu strategi politik luar negeri yang bebas aktif. Sehingga, kita open minded kepada semua negara sahabat,” ujar Sjafrie.
Baca Juga
Menhan menegaskan, Indonesia terbuka untuk berdialog dengan berbagai negara demi memenuhi kepentingan nasional sekaligus menjawab harapan rakyat.
Sehari sebelumnya, Sjafrie bersama delegasi Indonesia menghadiri pembukaan forum keamanan dan pertahanan internasional tahunan The 13th Beijing Xiangshan Forum di Beijing International Convention Center (BICC), Rabu 16 September 2026.
Baca Juga
Forum yang mengusung tema “Build Consensus on Stability, Advance Security Governance Together” ini dibuka oleh Menteri Pertahanan Tiongkok, Laksamana Dong Jun.
Kehadiran Menhan RI menegaskan komitmen Indonesia untuk berperan aktif dalam diplomasi pertahanan global, mendorong dialog inklusif, serta memperkuat tata kelola keamanan kawasan Asia-Pasifik yang damai dan stabil.
Dalam keterangannya, Sjafrie menekankan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional dan Piagam PBB, penguatan multilateralisme, penghormatan terhadap kedaulatan negara, serta penyelesaian perbedaan melalui konsultasi dan negosiasi.
“Forum ini menjadi ruang penting untuk membangun komunikasi, memperkuat rasa saling percaya, serta mendorong kerja sama konstruktif demi terciptanya lingkungan keamanan regional dan global yang damai, stabil, dan berkelanjutan,” jelasnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Selain menghadiri forum, Sjafrie dijadwalkan melakukan sejumlah kunjungan kerja strategis untuk memperkuat kerja sama pertahanan dengan Tiongkok. Fokus utama kunjungan ini adalah membangun hubungan yang saling menghormati dan saling menguntungkan, sekaligus menjaga stabilitas keamanan kawasan.
Langkah diplomasi pertahanan ini menegaskan posisi Indonesia sebagai negara dengan politik luar negeri bebas aktif yang berkomitmen menjaga perdamaian regional melalui kerja sama konstruktif dengan berbagai mitra internasional.
VIVA.co.id
17 September 2026