Mengenal Teknologi PHEV, Solusi Buat yang Belum Siap Beralih ke Mobil Listrik Penuh

calendar_today 06.08.2026 - person  - timer ~

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:10 WIB

Tangerang Selatan, VIVA - Kendaraan elektrifikasi kini tidak hanya terbagi menjadi mobil listrik murni (EV) dan hybrid biasa (HEV). Di tengah perkembangan teknologi tersebut, Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) mulai menjadi alternatif karena menggabungkan kemampuan berkendara dengan tenaga listrik sekaligus tetap memiliki mesin bensin.

Baca Juga

Konsep ini diperkenalkan Wuling melalui dua model yang ditampilkan di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, yakni Darion PHEV dan Eksion PHEV. Keduanya menjadi bagian dari lini kendaraan elektrifikasi Wuling yang mengusung sistem penggerak plug-in hybrid.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Secara sederhana, PHEV merupakan kendaraan yang menggunakan dua sumber tenaga, yaitu motor listrik dan mesin pembakaran internal.

Baca Juga

Berbeda dari hybrid konvensional, baterai pada PHEV dapat diisi ulang melalui sumber listrik eksternal sehingga memungkinkan mobil melaju menggunakan tenaga listrik dalam jarak tertentu.

Ketika kapasitas baterai mulai berkurang atau kendaraan membutuhkan tenaga lebih besar, mesin bensin akan bekerja secara otomatis. Dengan cara kerja tersebut, kendaraan dapat menyesuaikan sumber tenaga sesuai kondisi berkendara.

Baca Juga

Pada sistem PHEV miliknya, Wuling menggunakan teknologi yang disebut LING Power. Sistem ini menggabungkan mesin bensin khusus hybrid, motor listrik, dan Dedicated Hybrid Transmission (DHT) yang bertugas mengatur distribusi tenaga.

DHT berfungsi menentukan kapan tenaga berasal dari motor listrik, kapan mesin bensin mengambil alih, atau kapan keduanya bekerja bersamaan. Pengaturan dilakukan secara otomatis berdasarkan kecepatan kendaraan, kondisi jalan, hingga kebutuhan tenaga.

Selain sistem penggerak, kendaraan PHEV Wuling juga memiliki beberapa pilihan mode berkendara. Tersedia tiga Driving Mode yang terdiri dari Eco, Normal, dan Sport.

Mode Eco dirancang untuk memaksimalkan efisiensi penggunaan energi dengan karakter akselerasi yang lebih halus. Mode Normal digunakan untuk penggunaan harian dengan respons yang seimbang, sedangkan Sport memberikan respons akselerasi yang lebih cepat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di luar mode berkendara, tersedia pula empat pilihan Energy Mode yang mengatur bagaimana kendaraan memanfaatkan tenaga listrik dan mesin bensin.

Pada mode EV Max, kendaraan akan mengutamakan penggunaan motor listrik selama daya baterai masih tersedia. EV First juga memprioritaskan tenaga listrik, namun mesin bensin akan aktif apabila dibutuhkan.

Halaman Selanjutnya

Kemudian Hybrid memungkinkan sistem menentukan kombinasi penggunaan motor listrik dan mesin bensin secara otomatis sesuai kondisi perjalanan. Sementara Fuel Priority mengutamakan penggunaan mesin bensin sehingga daya baterai tetap disimpan untuk kebutuhan tertentu.Pilihan tersebut memberikan keleluasaan bagi pengemudi untuk menyesuaikan strategi penggunaan energi, misalnya saat berkendara di dalam kota atau ketika melakukan perjalanan dengan jarak lebih jauh.