Menekraf jadikan Muktamar NU momentum akselerasi ekraf pesantren - ANTARA News Jawa Timur

calendar_today 28.08.2026 - person  - timer ~

Jakarta (ANTARA) - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya menyebutkan momentum Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) merupakan upaya memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan elemen masyarakat dalam mendorong pengembangan ekraf sebagai penggerak ekonomi kerakyatan.

Riefky menjelaskan peran penting NU sebagai organisasi Muslim yang konsisten mempertahankan integritas serta komitmen untuk tampil sebagai penggerak utama ekonomi kreatif yang memiliki basis massa begitu besar.

"Tema 'Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmat untuk Kemaslahatan Bangsa' sangat relevan dengan semangat ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional. Menjaga muruah berarti memiliki nilai, identitas, dan jati diri bangsa, sementara memperkaya khidmat bermakna menghadirkan karya serta kreativitas yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," kata Riefky dalam keterangan yang diterima, Jumat.

Riefky juga mengapresiasi NU yang berkontribusi mengembangkan potensi ekonomi kreatif sebagai kekuatan yang tumbuh dari masyarakat, termasuk melalui pemberdayaan santri, pesantren, organisasi kemasyarakatan, serta ekosistem di berbagai daerah.

Ia mengatakan ekonomi kreatif bukan hanya tentang menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga transformasi dan inovasi kreativitas yang menjadi jalan untuk kemaslahatan bangsa.

Ia juga mengapresiasi hajat besar warga NU yang dibuka di Lapangan Untung Suropati yang merupakan area pesantren menjadi bentuk inkubator bisnis, pusat produksi rantai nilai ekraf, dan wujud akselerasi para santri mandiri yang kreatif.

"NU memiliki akar budaya religi yang kuat di tengah masyarakat, termasuk pemberdayaan terhadap santri di kalangan pesantren yang begitu aktif dan kreatif. Ini merupakan modal sosial dan kultural yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi kreatif," tambah Riefky.

Di tempat yang sama, Ketua Panitia Muktamar NU ke-35 sekaligus Menteri Sosial, Saifullah Yusuf berterima kasih atas dukungan berbagai pihak yang telah memberikan kesiapan fisik, kesiapan logistik, tata kelola muktamar, dan kesiapan sumber daya manusia.

"Kami juga mengadakan Bazar Muktamar dan Expo yang berlangsung sejak tanggal 20 hingga 31 Agustus 2026 yang dilengkapi panggung budaya dan pasar malam. Maka, Muktamar ke-35 tidak hanya menjadi forum organisasi, tetapi ikut menggalakkan ekonomi nasional," ungkap Gus Ipul.

Dalam rangkaian pembukaan muktamar, ada penampilan seni marawis dan paduan suara simfoni dari kalangan santri (pelajar dan mahasiswa) yang menampilkan lagu-lagu seperti Indonesia Raya, Mars Syubbanol Wathon, Shalawat Asyghil, Shalawat Jibril, lagu tema Muktamar NU, serta lagu populer "Ketika Tangan dan Kaki Berkata".

Pelaksanaan Muktamar ke-35 NU yang dihelat pada 27-31 Agustus 2026 juga memiliki agenda strategis seperti pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU untuk masa khidmah 2026-2031.

Kegiatan ini diikuti 38 pengurus wilayah NU, 523 PCNU, serta 33 pengurus cabang istimewa NU yang mengirimkan total 2.232 delegasi.

Pewarta: Fitra Ashari
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.