Yang lebih penting adalah memastikan bahwa dengan cara ini (penggunaan kontrasepsi) maka generasi penerus Indonesia ke depan lebih baik, karena mendapatkan asupan gizi lebih baik, mendapatkan asupan asuhan dari pengasuhan yang baik...
Jakarta (ANTARA) - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji mengatakan penggunaan kontrasepsi oleh pria menjadi bagian dari upaya mewujudkan generasi penerus yang lebih baik melalui perencanaan keluarga.
"Yang lebih penting adalah memastikan bahwa dengan cara ini (penggunaan kontrasepsi) maka generasi penerus Indonesia ke depan lebih baik, karena mendapatkan asupan gizi lebih baik, mendapatkan asupan asuhan dari pengasuhan yang baik, kemudian tambah baik karena mendapatkan asupan kesehatan yang mungkin reproduksinya sehat," kata Mendukbangga Wihaji.
Hal tersebut dia sampaikan dalam Webinar Nasional KB Pria Seri Ketiga bertajuk "Berbagi Peran dengan Istri: Peran Suami dalam Kesehatan Reproduksi dan Perencanaan Keluarga Dalam Rangka Hari Kontrasepsi Sedunia 2026" seperti diikuti secara daring di Jakarta, Kamis.
Lebih lanjut Mendukbangga Wihaji menyampaikan Keluarga Berencana (KB) tidak hanya berkaitan dengan penggunaan alat kontrasepsi, tetapi juga berkenaan dengan upaya keluarga dapat merencanakan kehidupan dan pengasuhan anak secara lebih baik.
Baca juga: Kemendukbangga ajak suami ikut berperan dalam perencanaan keluarga
Sejalan dengan itu, menurut dia, perencanaan keluarga perlu dilakukan guna memaksimalkan pengasuhan anak, kesehatan ekonomi, kesehatan reproduksi, serta kesehatan mental.
Mendukbangga Wihaji menegaskan penggunaan kontrasepsi merupakan salah satu metode dalam KB yang memberikan ruang bagi pasangan untuk mengatur dan mengendalikan perencanaan keluarga.
"Ini pilihan, negara memberikan ruang, pemerintah memberikan tempat dan ini bagian dari keadilan, utamanya itu," kata dia.
Baca juga: Kemendukbangga perkuat edukasi kontrasepsi pria untuk luruskan mitos
Mendukbangga Wihaji juga menekankan mengenai pentingnya memberikan ruang kepada pria dalam penggunaan kontrasepsi sehingga tanggung jawab perencanaan keluarga tidak hanya dibebankan kepada perempuan.
"Jangan sampai perempuan sebagai objek utama untuk mengatur," kata Mendukbangga Wihaji.
Dia juga mengingatkan bahwa keterlibatan pria dalam program KB juga perlu didukung dengan edukasi yang memadai. Dengan demikian masyarakat bisa memperoleh penjelasan ilmiah mengenai pilihan kontrasepsi yang tersedia.
Baca juga: Pemerintah beri dukungan hingga Rp1,5 juta tingkatkan KB vasektomi
Baca juga: Kemendukbangga gandeng bidan hingga TNI tingkatkan kepesertaan KB pria
Pewarta: Tri Meilani Ameliya
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.