Menbud berkolaborasi dengan k/l cegah penyelundupan benda budaya

calendar_today 23.07.2026 - person  - timer ~

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan bahwa pihaknya memperkuat kolaborasi dengan kementerian dan lembaga terkait pencegahan penyelundupan benda budaya Indonesia ke luar negeri melalui jalur darat, laut maupun Udara.

"Soal pencegahan ini sebenarnya aturannya sudah ada. Cuma memang ini harus kerjasama dengan kementerian dan lembaga, terutama mungkin di bea cukai, imigrasi gitu ya," ujar Fadli dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.

Berkaca pada negara lain yakni Mesir yang memiliki peninggalan peradaban kuno, ia menerangkan bahwa negara tersebut memiliki aturan yang ketat mengenai barang bawaan, terlebih di bandara.

Baca juga: Menbud edukasi masyarakat jaga kelestarian Situs Liangkabori

Baca juga: Menbud dorong tiga makam Sultan Buton jadi Cagar Budaya Nasional

"Itu mereka sangat ketat sekali. Begitu keluar dari airport disana, itu semua barang diperiksa, bahkan suvenir-suvenir pun diperiksa. Jadi kan banyak yang dijual disana, misalnya batu-batu, replika dari dewa-dewa, replika dari Fir'aun, dan lain-lain, itu semuanya diperiksa dan mereka di setiap bandaranya itu ada ahli," katanya lagi.

Ahli tersebut merujuk pada sosok yang memahami betul benda budaya asli negara itu sehingga mampu mencegah penyelundupan benda budaya.

Ke depan, kata dia, pihaknya tak hanya bekerja sama dengan k/l untuk memperketat hal serupa namun juga perlu menempatkan sumber daya manusia dengan keahlian serupa untuk mencegah penyelundupan benda budaya,

"Kalau sifatnya suvenir tidak masalah, masih dibuat oleh para perajin kita dan saya kira itu sangat bagus untuk koleksi. Tapi yang sifatnya cagar budaya ini yang harus kita cegah, nanti akan kita kerjasamakan," katanya lagi.

Diketahui sebelumnya bahwa Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kehormatan Direktur Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika Serikat Kash Patel menandai penguatan kerja sama kedua negara, khususnya dalam upaya pengembalian artefak budaya Indonesia yang diselundupkan ke luar negeri.

Menurut keterangan diterima di Jakarta, Kamis, Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang menjelaskan bahwa selain melakukan pembahasan secara resmi, Direktur FBI juga secara langsung menyerahkan artefak budaya Indonesia kepada Presiden Prabowo sebagai bagian dari kerja sama repatriasi antara Pemerintah Indonesia dan FBI (22/7).

Fadli Zon menjelaskan bahwa artefak yang dikembalikan tersebut berasal dari Papua, secara spesifik merupakan warisan budaya masyarakat Suku Dani, Suku Asmat, dan Suku Danau di kawasan Danau Sentani. Menurutnya, benda-benda tersebut memiliki nilai sejarah dan budaya yang sangat tinggi bagi Indonesia.

Baca juga: Pemerintah hadirkan perpustakaan kebudayaan hidupkan literasi budaya

Baca juga: Fadli Zon kenalkan Museum Passport pada diaspora di Madrid

Baca juga: Indonesia-Spanyol bahas kerja sama dan pelindungan budaya Palestina

Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.