Menantu Jokowi Beri Sinyal IPO BUMD Tirtanadi dan Bank Sumut - Bursa Katadata.co.id

calendar_today 29.08.2026 - person  - timer ~

Gubernur Sumatra Utara (Sumut), Muhammad Bobby Afif Nasution, mendorong dua BUMD setempat untuk mencatatkan sahamnya melalui initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kedua perusahaan pelat merah daerah yang dimaksud adalah Bank Sumut dan Perumda Tirtanadi.

Menantu Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) itu menilai Bank Sumut dan Tirtanadi sebagai BUMD yang memiliki peluang untuk melantai pasar modal RI. IPO kedua perusahaan daerah itu dianggap dapat memperkuat kinerja, mengembangkan usaha, sekaligus mendukung pembangunan Sumut.

"BUMD kami lebih fleksibel tentunya karena hubungannya langsung ke Pemprov (Sumut). Namun tentunya tantangannya tidak mudah," ungkap Bobby dalam keterangan resmi Pemprov Sumut mengenai pertemuannya dengan jajaran BEI di Aula Tengku Rizal Nurdin, Medan, Rabu (26/8).

Seiring dengan itu, Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Saidu Solihin mengatakan, Bank Sumut dan Tirtanadi perlu memperkuat ekosistem bisnisnya. Langkah itu sebagai bagian dari persiapan menuju pasar modal.  

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Sumatra Utara memiliki berbagai fasilitas dan potensi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan bisnis kedua BUMD itu. 

 "Yang pertama, apa yang membedakan Bank Sumut dengan bank lainnya, yang bisa kita tawarkan ke investor adalah story Pemprov Sumut, bagaimana pemprov melibatkan Bank Sumut dalam pembangunan ekonomi dan menciptakan ekosistem kuat," kata Saidu.

7 Perusahaan Bakal IPO

Berdasarkan pipeline IPO hingga 28 Agustus 2026, BEI mengumumkan saat ini terdapat total tujuh calon emiten yang mengantre untuk mencatatkan perdana sahamnya atau IPO di bursa.

Saidu mengatakan, berdasarkan klasifikasi aset perusahaan yang merujuk pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017, terdapat tiga perusahaan dalam pipeline tergolong skala besar dengan nilai aset di atas Rp 250 miliar. 

Berikutnya, dua perusahaan dalam antrean tersebut memiliki aset dengan skala menengah atau aset antara Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar. Sementara dua perusahaan lagi masuk kategori skala kecil atau aset di bawah Rp 50 miliar.

"Sampai dengan 28 Agustus 2026, telah tercatat 7 perusahaan yang mencatatkan saham di BEI dengan dana dihimpun Rp 2,16 triliun," tulis Saidu dalam laporannya, Jumat (28/8).

Berikut calon emiten yang tengah mengantre IPO berdasarkan sektornya:  

  • 1 perusahaan dari sektor industri 
  • 4 perusahaan dari sektor kesehatan
  • 1 perusahaan dari sektor energi 
  • 1 perusahaan dari sektor konsumer non siklikal.