Menag: Pendidikan pesantren padukan kecerdasan akal dan batin

calendar_today 19.09.2026 - person  - timer ~

Jakarta (ANTARA) - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan pendidikan pesantren tidak hanya mengembangkan kemampuan akal anak, tetapi juga membentuk kebersihan hati dan kedalaman batin yang menjadikannya kekuatan serta perlu dikembangkan secara komprehensif.

“Ilmu Allah tidak cukup (diraih) dengan belajar dan menghafal. Kalau (mau mendapatkan) ilmu Allah, hati harus bersih,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.

Pernyataan itu disampaikan dia saat mengunjungi Pondok Pesantren Al Amin, Kediri, yang diasuh oleh Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar.

Ia mengatakan pesantren menjadi ruang pendidikan yang memungkinkan para santri mengembangkan kedua aspek intelektual dan kebersihan hati secara seimbang.

Menurutnya, proses menuntut ilmu tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan intelektual. Kebersihan hati menjadi bagian penting agar ilmu dapat diterima dan dipahami secara lebih mendalam.

Imam Besar Masjid Istiqlal itu, berharap pendidikan pesantren mampu melahirkan generasi yang tidak hanya memiliki kecakapan intelektual, tetapi juga memiliki akhlak, nurani, dan kedalaman spiritual.

“Pesantren tidak hanya (mengajarkan) dengan akal, tetapi juga batin, intuisi, nurani, wahyu, dan ilham,” kata dia.

Baca juga: Kemenag dan Baznas perbaiki sarana prasarana 700 pesantren-madrasah

Sementara itu, Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar mendoakan agar Menag Nasaruddin Umar diberikan kemudahan dalam menjalankan amanah sebagai Menteri Agama.

“Semoga Allah memberikan kemudahan kepada Bapak Menteri dalam menjalankan amanah sebagai Menteri Agama, diberikan kesehatan, kekuatan, dan keberkahan,” kata dia.

Usai silaturahim di Pesantren Al Amien, Menag Nasaruddin Umar melanjutkan kunjungannya ke Pondok Pesantren Salafiy Terpadu (PPST) Ar-Risalah Lirboyo, Kediri. Kedatangan dia disambut Pengasuh PPST Ar-Risalah Lirboyo, Nyai Hajah Aina ‘Ainaul Mardliyah Anwar.

Di hadapan para santri, ia memberikan motivasi agar mereka tekun belajar dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan global. Salah satu hal yang mendapat perhatian dia adalah pentingnya penguasaan bahasa asing.

PPST Ar-Risalah Lirboyo mengembangkan pembelajaran sejumlah bahasa, di antaranya bahasa Arab, Inggris, dan Mandarin.

Ia mendorong para santri untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sungguh-sungguh.

“Belajarlah bahasa sebanyak-banyaknya. Bahasa adalah jendela untuk mengenal dunia. Dengan menguasai bahasa, santri dapat berkomunikasi dan berinteraksi dengan masyarakat yang lebih luas,” katanya.

Kunjungan ke Ponpes Al Amin dan Ar-Risalah menjadi bagian dari penguatan perhatian Kementerian Agama terhadap pesantren secara lebih komprehensif. Hal ini sejalan dengan hadirnya Direktorat Jenderal Pesantren yang secara khusus menangani pengembangan dan penguatan ekosistem pesantren.

Baca juga: Kemenag atur penggunaan gawai di satuan pendidikan keagamaan

Baca juga: Kemenag targetkan struktur Dirjen Pesantren rampung dalam 10 hari

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.