Teheran (ANTARA) - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei pada Selasa (4/8) menyebut perundingan yang sedang berlangsung antara Iran dan Oman sebagai perundingan yang positif, di tingkat teknis maupun politik dengan fokus pada penetapan rute yang aman bagi lalu lintas kapal di Selat Hormuz.
"Negosiasi masih terus berlanjut," kata Baghaei kepada stasiun televisi milik negara Iran, IRIB TV.
Dia juga menjelaskan bahwa Iran berupaya mengembangkan mekanisme bersama Oman untuk mengelola lalu lintas pelayaran masa depan di selat strategis tersebut.
Baghaei mengatakan setiap rute baru harus melindungi hak kedaulatan dan keamanan nasional Iran maupun Oman. Menurut dia, hasil akhir akan diumumkan setelah perundingan tersebut selesai.
Sementara itu, stasiun televisi milik negara Iran, Press TV pada Selasa mengutip pernyataan seorang pejabat senior Iran yang mengatakan bahwa saat dioperasikan, koridor baru tersebut akan menggantikan rute utara dan selatan yang ada saat ini.
Pejabat itu menyebut langkah ini bersifat defensif dan sepenuhnya sejalan dengan hak setiap negara berdaulat mana pun untuk melindungi perairan teritorialnya dari ancaman eksternal.
Iran memperketat kendalinya atas Selat Hormuz pada 28 Februari dengan melarang perlintasan aman bagi kapal-kapal milik atau yang berafiliasi dengan Israel dan AS menyusul serangan gabungan kedua negara tersebut ke wilayah Iran.
Militer AS melancarkan beberapa gelombang serangan terhadap target-target di Iran pada bulan lalu, dengan menyatakan bahwa gelombang serangan tersebut merupakan respons atas serangan Iran terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz dan bertujuan untuk melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam pelayaran komersial.
Iran kemudian merespons dengan serangan rudal dan drone yang menargetkan pangkalan dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Pewarta: Xinhua
Editor: Imam Budilaksono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.