Media AS sertakan Empat Musim Pertiwi dalam 20 judul pilihan TIFF 2026

calendar_today 14.09.2026 - person  - timer ~

Toronto (ANTARA) - Film terbaru sutradara dan penulis naskah Kamila Andini, "Empat Musim Pertiwi" ("Four Seasons in Java"), disertakan sebagai salah satu judul film internasional pilihan selama pemutaran di Toronto International Film Festival 2026.

Aktor utama, Putri Marino, bersanding dengan sejumlah bintang internasional dalam daftar 20 judul pilihan di Toronto International Film Festival, saat film Empat Musim Pertiwi diputar perdana dalam program Centrepiece, seperti dilansir media hiburan AS, Variety, Minggu (13/9).

Daftar tersebut menampilkan film-film terbaru, termasuk yang dibintangi selebritas ternama Helen Mirren, Jodie Comer, Laura Linney, Rhys Ifans, Erin Doherty, dan James McAvoy, di samping judul-judul unik lain yang paling diperhatikan.

Film yang diproduksi Forka Films bersama mitra Indonesia, Prancis, Belanda, Norwegia, Polandia, Arab Saudi, dan Singapura, menandai kembalinya Andini ke panggung festival film internasional Toronto setelah sukses menyabet "Platform Prize" lewat "Yuni" pada 2021.

Baca juga: Aktris Hanna Aretha wakili "Teman Tuli" debut film Empat Musim Pertiwi

Kehadirannya diyakini dapat menjadi salah satu entri Asia Tenggara mencolok dan paling berani sepanjang tahun 2026.

Melalui sentuhan tajam sutradara Kamila Andini, penonton akan diajak mengikuti kisah penuh emosi dari Pertiwi yang diperankan oleh Putri Marino ("Gadis Kretek") saat harus pulang ke desanya yang mulai dialiri listrik setelah 20 tahun mendekam di penjara karena membela diri dari upaya pemerkosaan.

Di balik kabut Bromo, luka yang melingkupi keluarga dan komunitas lama di desanya yang penuh kewaspadaan telah menanti.

Di situlah Andini berpindah lincah di antara berbagai gaya penceritaan — menyajikan drama realistis yang membumi di saat tertentu, lalu berubah menjadi sesuatu yang lebih dekat dengan mitos atau fiksi spekulatif di saat berikutnya.

Baca juga: Christine Hakim jadi mantan pelacur dalam film "Empat Musim Pertiwi"

Penceritaan film itu kian solid berkat kehadiran aktor populer Arya Saloka dan aktris legendaris Christine Hakim. Menariknya, sang produser, Ifa Isfansyah, ternyata telah mengagumi lanskap Bromo dan membayangkannya sebagai latar film ini hampir satu dekade sebelum proses syuting akhirnya dimulai.

Dalam wawancara eksklusif bersama Variety satu hari sebelumnya, Andini mengungkapkan tantangan besar yang dihadapi oleh perfilman tanah air di panggung global.

"Indonesia bukanlah pilihan utama siapa pun dalam industri sinema Asia," ujar Kamila Andini. "Kami bahkan bukan yang utama di Asia Tenggara, karena Thailand dan Filipina jauh lebih diakui," tambahnya, menjelaskan alasan di balik langkah aktifnya bergerilya di pasar proyek internasional.

Baca juga: Film karya Kamila Andini akan ditayangkan di TIFF 2026

Kondisi tersebut justru memicu Andini untuk melahirkan karya yang jujur tanpa kompromi pasar. Berbeda saat membawa "Yuni" yang sempat dipangkas jumlah karakternya demi masukan internasional, kali ini Andini menolak membuat "festival cut" khusus.

"Di 'Four Seasons In Java', saya tidak menahan diri," tegas Andini, memastikan film barunya membawa serombongan karakter yang masif demi menyajikan semangat komunal masyarakat Indonesia yang seutuhnya.

Selain "Empat Musim Pertiwi", "20 Judul Internasional yang Harus Diikuti" versi Variety tahun itu juga menyoroti tiga proyek besar asal Inggris Raya yang dibintangi oleh deretan aktor papan atas seperti Helen Mirren, Laura Linney, Rhys Ifans, Erin Doherty, dan James McAvoy.

Nuansa romansa unik juga diprediksi akan mencuri perhatian di Toronto lewat penampilan Jodie Comer yang menyumbangkan vokalnya dalam paket film Inggris keempat bertajuk "Stuffed", sebuah komedi romantis bernuansa gotik yang membawa alur cerita ke arah yang tidak terduga selama diputar dalam program "Discovery" di TIFF.

Baca juga: Nia Dinata melihat aspek geopolitik dalam menilai film di TIFF 2024

Baca juga: Juri TIFF: Festival film momentum kembalikan kejayaan layar lebar

Penerjemah: Abdu Faisal
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.