Minggu, 16 Agustus 2026 17:47 WIB
Tim medis Muhammadiyah memberikan pelayanan kesehatan kepada warga terdampak gempa di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur. (ANTARA/HO-MDMC)
Kupang, NTT (ANTARA) - Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) bersama Lazizmu mengaktifkan pos pelayanan di Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur, untuk memperkuat respons terhadap gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores pada Sabtu (15/8).
“Dalam respons awal, Muhammadiyah melakukan koordinasi dengan BNPB, BPBD, jejaring relawan lokal, dan berbagai pihak terkait. MDMC juga memobilisasi relawan terdekat, melakukan asesmen kebutuhan penyintas, serta memantau perkembangan kondisi di sejumlah wilayah terdampak,” kata Wakil Sekretaris MDMC PP Muhammadiyah Aulia Taarufi dalam keterangannya di Kupang, Minggu.
Ia menjelaskan berdasarkan laporan situasi MDMC, gempa berdampak di sejumlah wilayah, meliputi Kabupaten Nagekeo, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Manggarai, Ende, Sikka, dan Ngada.
Untuk memperkuat koordinasi di wilayah Flores, Pos Koordinasi Muhammadiyah berada di Klinik Muhammadiyah Ende, Jalan Mahoni, Kelurahan Kotaratu, Kecamatan Ende Utara, Kabupaten Ende.
Sementara itu, Pos Pelayanan Muhammadiyah di Manggarai Timur diaktifkan di SMK Muhammadiyah Manggarai Timur, Pota, Kecamatan Sambi Rampas.
Dukungan pelayanan kesehatan juga telah berjalan di Mbay, Kabupaten Nagekeo, melalui tim dari Klinik Utama Muhammadiyah Ende yang terdiri dari satu dokter dan dua perawat.
Selain itu, Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) menyiapkan dukungan tim kesehatan tambahan dari PKU Muhammadiyah Bima NTT dan RS Muhammadiyah Lamongan Jawa Timur.
“Di Manggarai Timur, respons dilakukan melalui distribusi makanan siap saji dan mobilisasi relawan Muhammadiyah. MDMC Jawa Timur juga menyiapkan dua unit mobil rescue dan satu unit dapur umum untuk mendukung kebutuhan respons di lapangan,” kata Aulia.
Ia menyampaikan bahwa proses pendataan dampak masih berlangsung di sejumlah wilayah. Dari laporan sementara mencatat 40 orang meninggal dunia, 50 orang luka-luka, dan sekitar 2.000 orang mengungsi. Kerusakan juga tercatat pada sejumlah rumah dan fasilitas umum, dengan pendataan serta verifikasi di lapangan masih terus dilakukan.
Ia menekankan MDMC bersama jejaring relawan Muhammadiyah di wilayah terdampak akan terus melakukan pemantauan, asesmen, pelayanan kesehatan, distribusi bantuan, serta penguatan koordinasi sesuai perkembangan kebutuhan masyarakat.
Dalam respons tersebut, MDMC melibatkan MDMC NTT, MDMC Ende, MDMC Manggarai Timur, MDMC Sikka, MDMC Manggarai, Klinik Utama Muhammadiyah Ende, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, dan Universitas Muhammadiyah Maumere.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: MDMC aktifkan pos pelayanan di Matim untuk respons gempa Flores
Pewarta : Yoseph Boli Bataona
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.