Mau Tahu Seberapa Bugar Tubuhmu? Coba Tes Sederhana Ini di Rumah

calendar_today 29.08.2026 - person  - timer ~

CNN Indonesia

Sabtu, 29 Agu 2026 17:15 WIB

Ada cara sederhana yang bisa dilakukan untuk mengetahui seberapa bugar tubuhmu. Cara ini tidak memerlukan alat khusus.
Ilustrasi. Ada cara sederhana yang bisa dilakukan untuk mengetahui seberapa bugar tubuhmu. Cara ini tidak memerlukan alat khusus. (iStockphoto/Jacob Wackerhausen)

Jakarta, CNN Indonesia --

Ada cara sederhana yang bisa dilakukan untuk mengetahui seberapa bugar tubuhmu. Cara ini dikenal sebagai sitting-rising test (SRT) yang tidak memerlukan alat khusus.

Tes ini dilakukan dengan duduk di lantai, kemudian berdiri kembali tanpa menggunakan tangan atau lutut sebagai penopang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dari laman Everyday Health, sitting-rising test dapat menggambarkan sejumlah kemampuan fisik, termasuk kekuatan otot, keseimbangan, fleksibilitas, dan koordinasi tubuh.

Penelitian terbaru juga menemukan bahwa kemampuan melakukan gerakan tersebut berkaitan dengan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular maupun penyebab alami lainnya.


Cara melakukan sitting-rising test

Untuk mencoba SRT, mulailah dengan berdiri di lantai dengan permukaan datar dan tidak licin, tanpa mengenakan alas kaki. Kedua tangan dapat diposisikan lurus ke depan.

Kemudian silangkan kaki, lalu perlahan duduk di lantai dengan bantuan sesedikit mungkin.

Setelah itu, berdiri kembali dengan posisi kaki tetap menyilang. Cobalah untuk tidak menggunakan tangan atau lutut sebagai penopang dan kondisikan badan tanpa kehilangan keseimbangan.

Gerakan duduk dan berdiri masing-masing memiliki nilai maksimal lima poin.

Satu poin akan dikurangi setiap kali Anda menggunakan tangan, lengan bawah, atau lutut sebagai penopang. Sementara itu, setengah poin dikurangi jika kamu merasa tidak stabil atau kehilangan keseimbangan.

Pilihan Redaksi

  • 8 Tanda Tubuh Kurang Bergerak yang Sering Diabaikan Orang
  • 6 Kebiasaan Atlet di Hari Istirahat yang Bisa Ditiru Agar Tetap Bugar
  • Mengapa Perempuan Perlu Lebih Peka pada Sinyal Tubuh

Dengan penilaian ini, maka kamu mendapat nilai maksimal 10 jika mampu duduk dan berdiri kembali secara sempurna tanpa bantuan. Semakin rendah skor, semakin banyak bantuan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan gerakan.

Tes ini dibuat pada akhir tahun 90-an oleh Claudio Gil Araújo, seorang dokter dan dekan penelitian di Rio de Janeiro, Brasil.

"Saya menyadari bahwa kebugaran aerobik tidak hanya penting untuk kesehatan, tetapi juga apa yang saya sebut kebugaran non-aerobik," ujar Araújo.

Apa yang diukur dari tes ini?

Berbeda dari tes kebugaran yang mengukur kemampuan aerobik seperti berlari atau bersepeda, SRT menguji kebugaran non-aerobik.

Ahli terapi fisik Amy Pastva mengatakan tes ini membutuhkan beberapa kemampuan fisik sekaligus, termasuk kekuatan otot, keseimbangan, fleksibilitas, dan koordinasi. Kekuatan kaki, misalnya, diperlukan untuk membantu tubuh bangkit dari posisi rendah.

Fleksibilitas membantu tubuh melakukan gerakan dengan lebih leluasa, sedangkan keseimbangan dan koordinasi dibutuhkan agar gerakan dapat dilakukan dengan stabil.

Penelitian terhadap lebih dari 4.000 orang berusia 46-75 tahun menunjukkan hubungan antara skor SRT dan risiko kematian selama masa pemantauan sekitar 12 tahun.

Peserta dengan skor 10 memiliki angka kematian sekitar 3,7 persen. Angka tersebut meningkat menjadi 11,1 persen pada mereka yang mendapat skor 8 dan 42,1 persen pada kelompok dengan skor 4 atau lebih rendah.

Setelah memperhitungkan usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh, dan kondisi kesehatan yang sudah ada, peserta dengan skor 0-4 tercatat memiliki risiko kematian akibat penyakit jantung sekitar enam kali lebih tinggi dan risiko kematian akibat penyebab alami sekitar empat kali lebih tinggi dibandingkan peserta dengan skor sempurna.

Meski demikian, hasil tersebut menunjukkan hubungan, bukan berarti skor rendah secara langsung menyebabkan risiko kematian meningkat.

Jika skormu rendah, tidak perlu langsung khawatir. Hasil tes dapat menjadi petunjuk mengenai aspek kebugaran yang perlu dilatih.

Kamu dapat mulai melakukan latihan keseimbangan atau memulai yoga, latihan peregangan, latihan kekuatan seperti squat dan latihan beban, serta menjaga berat badan tetap ideal.

Kamu juga bisa memulai dengan gerakan yang lebih sederhana, seperti latihan duduk dan berdiri dari kursi secara berulang.

"Memperbaiki area yang lebih lemah dapat memberikan dampak yang besar pada kesehatan dan kebugaran tubuh secara keseluruhan, bahkan meningkatkan harapan hidup Anda," ujar Araújo.

(fef)

placeholder