Masih Eksis! 5 Kuliner Tradisional yang Usianya Lebih dari 50 Tahun

calendar_today 17.07.2026 - person  - timer ~

Jakarta -

Banyak tempat makan tradisional Indonesia yang masih eksis sampai saat ini. Tak hanya soal nama, tetapi makanan yang disajikan juga punya rasa konsisten!

Di tengah menjamurnya tempat makan nusantara modern, kuliner tradisional Indonesia rupanya masih digemari. Bahkan, tidak jarang yang tertarik mampir ke tempat makan tradisional karena rindu dengan masakan khas serta ingin bernostalgia dengan suasananya.

Ada banyak kuliner tradisional legendaris yang masih bertahan sampai sekarang meskipun sudah beroperasi lebih dari datu dekade. Cita rasa makanan yang masih konsisten sejak dulu membuat kuliner tradisional legendaris ini sering dicari dan membuat penggemarnya selalu balik lagi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penasaran apa saja? Berikut daftar 5 kuliner tradisional legendaris yang masih bertahan sampai sekarang!

1. Soto Sapi Ni'Mat sejak 1952

Kelezatan Soto Betawi Legendaris di Jatinegara Berusia 73 TahunKelezatan Soto Betawi Legendaris di Jatinegara ini masih disukai banyak orang. Foto: detikFood

Di kawasan Jatinegara, ada penjual soto pinggir jalan yang melegenda. Soto Sapi Ni'Mat ini sudah berjualan sejak tahun 1952. Mereka menawarkan racikan soto Betawi dengan resep turun temurun.

Ciri khas soto Betawi di sini yaitu kuahnya yang menggunakan santan murni tanpa campuran susu. Jenis kelapa yang digunakan juga harus kelapa sedang. Supaya dagingnya empuk dan tidak alot, semuanya diproses dua kali. Jadi direbus terlebih dahulu barulah digoreng.

Kalau mau lebih segar, bisa dinikmati bersama acarnya yang terdiri dari wortel, timun, dan bawang merah.

Seporsi soto dibanderol seharga Rp 26.000 saja. Nasi putihnya dibanderol seharga Rp 6.000.

Lokasinya bisa ditemukan di Jl. Jatinegara Timur No.133 A 11, RT.11/RW.1, Bali Mester, Kecamatan Jatinegara, Kota Jakarta Timur, tepatnya dekat Halte Transjakarta Kampung Melayu.

2. Nasi Goreng Kebon Sirih sejak 1958

Nasi Goreng Kambing Kebon SirihNasi Goreng Kambing Kebon Sirih jug masih eksis sampai sekarang. Foto: dok. detikFood

Nasi goreng kambing menjadi salah satu favorit banyak orang Indonesia. Salah satu yang populer dan melegenda adalah Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih yang sudah tersohor sejak tahun 1958.

Nasi goreng di tempat ini dibuat oleh Haji Nein. Keitsimewannya datang dari tampilan dan rasa yang mirip dengan nasi kebuli khas Arab. Bumbunya menggunakan banyak rempah, seperti kapulaga, cengkeh, jinten, sereh, hingga kunyit.

Nasi gorengnya juga dimasak dengan tambahan minyak samin Cap Onta yang membuat cita rasanya lebih gurih. Seporsi nasi goreng kambing dibanderol sekitar Rp 41.000an.

Cabangnya bisa ditemukan di beberapa tempat, salah satunya di Jl. Kebon Sirih, RT.3/RW.2, Raya, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340.

3. Gado-Gado Bon Bin sejak 1960

Gado-gado Siram Bon Bin Populer Sejak 1960, Favorit Mendiang Tjahjo KumoloGado-gado Siram Bon Bin juga Populer Sejak 1960. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

Di Jakarta juga ada penjual gado-gado legendaris, namanya Gado-Gado Bon Bin. Kuliner tradisional ini sudah berdiri sejak tahun 1960 menawarkan gado-gado yang unik dan berbeda.

Biasanya gado-gado disajikan bersama bumbu kacang yang sudah diulek terlebih dahulu. Tetapi di tempat ini, bumbu kacangnya langsung disiram ke atas sayur. Bumbu kacangnya juga lebih kental dan halus dibandingkan bumbu kacang gado-gado ulek.

Ciri kgas lainnya yaitu bumbu kacangnya dibuat dari kacang tanah disangrai, bukan digoreng. Kacang tanah lalu dicampur bersama bumbu gado-gado lain, termasuk cuka aren yang membuat rasanya sedikit asam menyegarkan.

Seporsi gado-gado dilengkapi dengan emping dan kerupuk udang. Harga per prosinya dibanderol sekitar Rp 44.000 sampai Rp 48.000-an tergantung pakai lontong atau tidak.

Gerai gado-gado legendaris ini berlokasi di Jl. Cikini IV No.5, RT.14/RW.5, Cikini, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10330.

4. Bakmi Lorong sejak 1970

Bakmi Lorong, kedai bakmi kecil di dalam Pasar Jatinegara yang sudah berjualan sejak 1970.Bakmi Lorong, kedai bakmi kecil di dalam Pasar Jatinegara ini juga sudah ada sejak 1970. Foto: detikFood

Bakmi Lorong termasuk salah satu kuliner tradisional legendaris yang bertahan di Pasar Jatinegara. Lokasinya unik karena berada di dalam lorong sempit.

Gerai bakmi yang sudah beroperasi sejak tahun 1970 ini menawarkan menu sederhana, seperti bakmi ayam, bihun, dan kwetiau. Racikannya ala bakmi China yang menggunakan dua jenis ayam yaitu ayam asin dan ayam kecap agar rasanya lebih beragam.

Seporsi bakmi ayam atau mie di sini dibanderol Rp 20.000 - Rp 30.000. Bisa juga ditambah dengan topping bakso dan pangsit rebus isi daging ayam.

Kalau penasaran belum pernah coba, bisa mampir ke lokasinya yang ada di Jalan Pintu Timur No.6, RT.6/RW.6, Bali Mester, Kecamatan Jatinegara, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13310.

5. Nasi Uduk Ibu Enin sejak 1970-an

Nasi uduk juga menjadi salah satu makanan favorit banyak orang Indonesia. Di daerah Jakarta Pusat ada tempat makan nasi uduk melegenda, namanya Nasi Uduk Ibu Enin.

Warung nasi uduk ini sudah terkenal sejak dulu, bahkan jauh sebelum warung makan ini viral diliput oleh food vlogger atau ramai di media sosial.

Dulu tahun 1970-an, nasi uduk ini dijual dengan cara dipikul keliling daerah Gunung Sahari. Dari situ pelanggan setia lama-lama bertambah hingga akhirnya mulai menetap dan buka warung tenda sampai sekarang.

Nasi uduk di sini terkenal berkat menu ayam goreng kampung yang konsisten dan enak. Ayam gorengnya diolah dengan bumbu ungkep kuning. Lalu nasi uduknya juga disajikan dengan racikan sambal kacang, sambal merah, dan acar timun bawang yang segar.

Masalah rasa, nasi uduk di sini lebih harum dan lebih gurih. Seporsinya dibanderol Rp 10.000 sudah dilengkapi dengan kerupuk ikan premium. Sedangkan lauk lainnya, seperti tahu dan tempe, ati ampela, dan ayam goreng dibanderol mulai dari Rp 3.000 sampai Rp 22.000.

Tempat makan ini bisa dietmukan di Jl. Gn. Sahari XI No.70, RT.8/RW.3, Gn. Sahari Utara, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10720.

Halaman 2 dari 2

Simak Video "Sudah Ada Sejak 1958, Begini Penampakan Restoran Ayam Tjap Benteng"
[Gambas:Video 20detik] (aqr/adr)