Jakarta (ANTARA) - Produsen kendaraan mewah Maserati dikabarkan telah menyelesaikan rencana untuk menghadirkan dua kendaraan listrik baru yakni unit SUV listrik murni berukuran sedang hingga besar serta GT listrik murni berukuran besar.
Dilansir dari Carnewschina, Kamis (17/9) waktu setempat, melaporkan jenama kendaraan asal Italia itu menggandeng Huawei dan JAC Motors untuk merealisasikan rencana perusahaan agar mampu bersaing dalam era baru kendaraan.
Sumber internal perusahaan itu mengatakan bahwa diskusi internal saat ini lebih condong pada peluncuran GT listrik murni sebagai produk pertama dalam kolaborasi ini.
Sementara soal kemitraan dengan dua perusahaan asal China itu, arah kerja sama meliputi restrukturisasi teknologi, manufaktur, branding, dan distribusi.
Baca juga: Maserati kenalkan mobil konsep Project GT4 di Goodwood Festival
Perusahaan Teknologi Huawei akan menyediakan platform Harmony Intelligent Mobility Alliance (HIMA), termasuk kokpit cerdas, sistem pengemudi otonom Qiankun ADS, dan teknologi penggerak listrik.
Sementara JAC Motors akan memanfaatkan pabrik Maextro miliknya untuk menangani rekayasa dan manufaktur kendaraan.
Maserati bertugas untuk menyumbangkan ide desain khasnya yang telah berusia seabad serta saluran distribusi penjualan global yang telah matang.
Dengan strategi dua merek, kendaraan-kendaraan tersebut akan dijual dengan merek Maextro di Tiongkok, dan lencana Maserati yang ikonik untuk pasar internasional akan tetap dipertahankan.
Untuk mendukung efisiensi biaya, Masserati berencana menggunakan model ekspor Semi Knocked Down (SKD).
Rangka kendaraan yang belum dicat akan difasilitasi JAC di Hefei, Tiongkok, sebelum dikirim ke Italia untuk perakitan akhir, termasuk pemasangan interior mewah dan kalibrasi sasis.Maserati diproyeksikan menargetkan Timur Tengah, Italia, Prancis, dan Jerman sebagai jaringan distribusi internasional.
Kolaborasi ini menjadi penentu buat Maserati yang menghadapi masa kritis pada 2025, pengiriman global merek ini turun di bawah 8.000 unit penurunan 80 persen dari puncaknya pada tahun 2017 dan level terendah dalam lebih dari satu dekade.
Kinerja keuangan juga mengalami gempuran, setidaknya terjadi kerugian operasional yang disesuaikan sebesar 198 juta euro dan margin keuntungan -27,3 persen.
Baca juga: Maserati punya trik cerdas untuk tambah jarak tempuh Grecale EV
Baca juga: Stellantis jeda produksi Fiat 500 dan dua model mobil listrik Maserati
Baca juga: Stellantis pertahankan Maserati dari grupnya meski penjualan anjlok
Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026