Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:44 WIB
VIVA – Sebelum laga panas melawan Timnas Indonesia, Vietnam justru dibayangi persoalan di lini tengah. Media Vietnam menilai hasil imbang tanpa gol melawan Singapura mengungkap kelemahan yang harus segera dibenahi Kim Sang-sik jika ingin meraih hasil positif di Stadion Pakansari.
Baca Juga
Timnas Indonesia akan menjamu Vietnam pada pertandingan ketiga Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Gelora Pakansari, Bogor, Senin (3/8). Laga ini diprediksi menjadi penentu persaingan menuju babak semifinal.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Skuad Garuda datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menyapu bersih dua pertandingan awal. Tim asuhan John Herdman mengawali turnamen dengan kemenangan telak 5-1 atas Kamboja, kemudian melanjutkannya dengan kemenangan 3-0 atas Timor Leste.
Baca Juga
Photo :
Di sisi lain, Vietnam gagal menjaga momentum setelah hanya bermain imbang tanpa gol melawan Singapura. Padahal pada laga pembuka mereka tampil sangat meyakinkan dengan menghancurkan Timor Leste 7-0.
Baca Juga
Pertemuan Indonesia dan Vietnam kembali menghadirkan rivalitas klasik Asia Tenggara. Kedua tim sudah berkali-kali berhadapan di berbagai level usia maupun senior, sehingga duel kali ini dipastikan berlangsung sengit.
Menjelang pertandingan tersebut, media Vietnam, Soha mengungkap salah satu persoalan utama yang sedang dihadapi tim asuhan Kim Sang-sik, yakni rapuhnya keseimbangan di lini tengah.
Dalam laga melawan Singapura, Kim Sang-sik kembali memasang duet Nguyen Quang Hai dan Nguyen Hoang Duc sebagai motor permainan, sama seperti ketika menghadapi Timor Leste.
Keduanya dikenal sebagai gelandang kreatif yang piawai mengatur tempo, menciptakan peluang, dan membantu serangan. Saat menghadapi Timor Leste, keduanya tampil leluasa karena lawan tidak memberikan tekanan berarti.
Namun situasinya berbeda ketika menghadapi Singapura. Tekanan tinggi yang diberikan lawan membuat Vietnam kesulitan mengembangkan permainan, terutama di sektor tengah.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Media Vietnam menilai Piala AFF 2026 memperlihatkan bahwa Vietnam kekurangan sosok gelandang bertahan murni. Pada edisi sebelumnya, peran tersebut dijalankan dengan sangat baik oleh Doan Ngoc Tan.
Pemain kelahiran 1994 itu dinilai mampu menjaga keseimbangan permainan lewat kemampuan merebut bola, melindungi lini belakang, sekaligus memberikan ruang bagi para gelandang kreatif untuk menyerang.
Halaman Selanjutnya
Pada turnamen kali ini, Le Pham Thanh Long dianggap sebagai pemain yang paling mendekati karakter tersebut. Namun saat menghadapi Singapura, ia baru dimasukkan pada masa injury time, tepatnya menit ke-90+1, menggantikan Quang Hai.