Martani Kabanjahe pelopori ritel pertanian modern berkonsep “One Stop Shopping’ - ANTARA News Sumatera Utara

calendar_today 11.07.2026 - person  - timer ~

Karo (ANTARA) - Dunia pertanian di Kabupaten Karo memasuki babak baru. Kehadiran Martani Kabanjahe dengan konsep ritel pertanian modern menjadi angin segar bagi para petani yang selama ini harus berpindah-pindah tempat untuk memenuhi kebutuhan usaha taninya.

Mengusung konsep one stop shopping, Martani tidak hanya menyediakan pupuk, pestisida, benih, dan berbagai sarana produksi pertanian secara lengkap, tetapi juga menghadirkan layanan konsultasi lapangan hingga rencana penyediaan berbagai teknologi dan alat pertanian modern.

Owner Martani Kabanjahe, Leon Kurniawan yang akrab disapa Iwan, mengatakan konsep tersebut lahir dari keinginan menghadirkan pusat kebutuhan pertanian yang lebih modern sekaligus mengubah cara pandang masyarakat terhadap sektor pertanian.

"Martani ingin menjadi toko yang melengkapi seluruh kebutuhan pertanian. Ke depan kami juga akan menghadirkan berbagai alat pertanian modern yang mungkin belum banyak dikenal petani. Kami ingin mengedukasi bahwa petani zaman sekarang harus mampu memanfaatkan teknologi agar lebih produktif," ujarnya yang ditemui ANTARA, Sabtu (11/7/2026). 

Menurut Iwan, konsep ritel modern yang diusung Martani sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Karo dalam mendorong modernisasi sektor pertanian, termasuk peningkatan pemanfaatan teknologi dan penguatan hilirisasi hasil pertanian.

Ia menilai, pertanian modern tidak hanya berbicara mengenai peningkatan produksi, tetapi juga membuka peluang lahirnya berbagai usaha baru berbasis komoditas unggulan Karo.

Owner Martani Kabanjahe , Leon Kurniawan (ANTARA/HO-)

"Kalau hilirisasi berkembang, akan muncul industri-industri baru yang memanfaatkan hasil pertanian Karo menjadi produk bernilai tambah. Kami ingin masyarakat melihat bahwa dunia pertanian sudah berkembang dan memasuki era modern," katanya.

Tidak hanya menjadi pusat penjualan produk, Martani yang berlokasi di Jl.Jamin Ginting Lintas Berastagi, Kabupaten Karo  juga menyediakan layanan konsultasi bagi petani. Saat ini, dua tenaga konsultan telah disiapkan untuk memberikan pendampingan langsung hingga ke lahan pertanian.

"Kami tidak hanya menjual produk. Tim konsultan kami siap turun ke lapangan melihat langsung permasalahan yang dihadapi petani, kemudian memberikan solusi yang tepat sesuai kondisi tanaman," jelasnya.

Dari sisi harga, Iwan menegaskan Martani tetap mengikuti harga pasar sehingga tetap kompetitif. Namun, keunggulan utama yang ditawarkan adalah kelengkapan produk sehingga petani tidak perlu lagi mencari kebutuhan pertanian di berbagai tempat.

"Kami ingin petani cukup datang ke satu tempat. Semua kebutuhan pertaniannya tersedia sehingga lebih mudah, hemat waktu, dan efisien," ungkapnya.

Untuk menjaga ketersediaan stok, Martani secara rutin melakukan survei terhadap kebutuhan petani. Langkah tersebut dilakukan agar produk-produk yang paling dibutuhkan selalu tersedia, terutama pada musim tanam ketika permintaan meningkat.

"Kami terus memantau kebutuhan petani agar stok tetap tersedia dan harga tetap bisa bersaing. Tujuan kami adalah memastikan petani tidak kesulitan mendapatkan sarana produksi saat dibutuhkan," katanya.

Meski demikian, Iwan mengakui tantangan terbesar saat ini bukan hanya soal penyediaan produk, melainkan membangun kepercayaan petani terhadap penerapan teknologi baru, terutama bagi petani yang telah lama menggunakan metode konvensional.

"Generasi petani yang lebih senior memang masih terbiasa dengan cara-cara lama. Tantangan kami adalah meyakinkan mereka bahwa teknologi bukan untuk menggantikan pengalaman mereka, tetapi membantu meningkatkan hasil dan mempermudah pekerjaan di lapangan," ujarnya.

Melalui konsep ritel pertanian modern yang dihadirkannya, Martani berharap dapat menjadi mitra strategis petani sekaligus menjadi pelopor transformasi toko pertanian modern di Kabupaten Karo, yang tidak hanya menjual produk, tetapi juga menghadirkan edukasi, pendampingan, serta solusi lengkap untuk mendukung kemajuan sektor pertanian daerah.

*Dorong Minat Generasi Muda Untuk Bertani 

Selain menyediakan kebutuhan pertanian secara lengkap, Martani Kabanjahe juga memiliki misi untuk mengubah cara pandang masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap sektor pertanian.

Leon Kurniawan atau Iwan menilai pertanian saat ini tidak lagi identik dengan pekerjaan tradisional, melainkan bidang usaha yang terbuka luas dengan dukungan teknologi, inovasi, dan kreativitas.

Menurutnya, salah satu cara menarik minat anak muda adalah dengan memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi dan promosi pertanian modern. Melalui konten-konten yang menarik, pertanian dapat diperkenalkan sebagai sektor yang memiliki peluang bisnis dan masa depan yang menjanjikan.

"Anak muda sekarang tidak bisa lepas dari media sosial. Jadi pertanian juga harus hadir di sana dengan cara yang menarik, agar mereka melihat bahwa pertanian modern itu sesuatu yang keren dan bisa dikembangkan," ujar Iwan.

Ia berharap ke depan akan semakin banyak anak muda yang mau terlibat dalam dunia pertanian, baik sebagai petani modern, pelaku usaha, maupun penggerak inovasi pertanian.

* Fokus Kembangkan  Usaha 
Untuk tahap awal, Martani memilih fokus memperkuat pelayanan dan kelengkapan kebutuhan petani di Kabupaten Karo sebelum melakukan ekspansi ke wilayah lain.

"Kami maksimalkan dulu yang ada di Karo. Bagaimana petani-petani di sini mendapatkan kebutuhan yang lengkap dan mendapatkan pendampingan yang tepat," katanya.

Iwan juga menekankan pentingnya reposisi citra petani. Menurutnya, petani tradisional tidak harus meninggalkan pengalaman yang sudah dimiliki, tetapi dapat berkembang menjadi petani modern dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia.

"Petani yang selama ini disebut tradisional sebenarnya bisa menjadi petani modern. Dengan teknologi, mereka bisa lebih efisien, meningkatkan hasil, bahkan bisa menjadi supplier bagi berbagai brand dan pasar yang lebih besar," tutupnya..

Pewarta: Ade Friadi
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.