Mantan Presiden Benfica Yakin Jesus Berani Parkir Ronaldo

calendar_today 27.07.2026 - person  - timer ~

Lisbon -

Mantan Presiden Benfica, Luis Filipe Vieira, yakin Cristiano Ronaldo takkan lagi jadi pilihan di bawah asuhan Jorge Jesus. Ia yakin Jesus bakal berani tepikan CR7.

Jabatan pelatih Timnas Portugal beralih dari Roberto Martinez ke Jorge Jesus. Martinez meninggalkan kursi pelatih Portugal usai Piala Dunia 2026.

Martinez hanya mampu membawa Selecao das Quianes mentok di babak 16 besar pada ajang tersebut. Portugal tersingkir usai kalah dari Spanyol 0-1.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di era Martinez, Cristiano Ronaldo jadi pilihan utama sebagai ujung tombak Portugal, termasuk saat Piala Dunia 2026. Ia selalu tampil sebagai starter dalam enam laga di ajang tersebut dengan sumbangan dua gol. Ronaldo menorehkan rekor sebagai pemain pertama yang tampil di enam Piala Dunia berkat penampilannya di edisi 2026.

Meski begitu kritik mengiringi penampilan Ronaldo di Piala Dunia 2026. Ia dianggap tak layak jadi pilihan utama karena peformanya sudah jauh menurun karena usia. Ronaldo kini telah berusia 41 tahun.

Banyak pihak memprediksi perubahan pelatih Portugal dari Martinez ke Jesus takkan mempengaruhi peran Ronaldo di Timnas Portugal. Hal ini karena Jesus merupakan mantan pelatih Ronaldo di Al Nassr.

Mantan Presiden Benfica, Luis Filipe Vieira, tapi yakin Jesus bakal berani untuk menepikan Ronaldo. Faktor kedekatan dengan Ronaldo justru bakal membuat Jesus tak segan untuk memarkirnya.

Vieira mengenal Jesus sebagai sosok yang sangat profesional ketika masih melatih Benfica. Jesus pernah melatih Benfica pada 2009-2015 dan 2020-2021. Vieira merasa Jesus bakal memilih pemain berdasar performa di lapangan.

"Saya pikir dia tahu bagaimana mengelola situasi itu, dan akan tahu bagaimana mengelolanya. Dia memiliki hubungan yang hebat dengan Ronaldo, tentu saja," ujar Vieira dikutip dari Marca.

Ronaldo juga tahu bahwa akhir kariernya sudah mulai dipertimbangkan. Dia harus memutuskan dan, terkadang, mungkin dia akan bermain, terkadang tidak, dan seterusnya," jelasnya.

(pur/krs)