Mangsa Ternak Milik Warga, Harimau Sumatera Dievakuasi BKSDA Sumbar

calendar_today 14.08.2026 - person  - timer ~

Agam -

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat mengevakuasi seekor harimau Sumatera yang masuk kandang jebak di Kabupaten Agam.

Harimau itu terjebak usai memakan ternak milik warga di Palimbatan, Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

"Evakuasi harimau dilakukan sekitar pukul 10.00 WIB dan selesai pukul 11.45 WIB," kata Kepala Balai Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar Ade Putra di Lubuk Basung,
seperti dikutip Antara, Jumat (14/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Proses evakuasi dilakukan dengan tandu oleh petugas BKSDA Sumbar, TNI, Polri, Tim Patroli Anak Nagari (Pagari) dan masyarakat dengan jarak sekitar 100 meter dari kandang jebak ke lokasi mobil.

Evakuasi setelah satwa dilindungi diberi bius oleh dokter hewan BKSDA Sumbar. Harimau itu kemudian dibawa ke Kantor Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Sumbar di Belakang Balok Kota Bukittinggi untuk penanganan pertama atau observasi.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribadi mengatakan laporan mengenai serangan harimau terhadap ternak warga diterima Balai KSDA Sumbar pada Senin (10/8) sore.

"Pada hari Senin (10/8) pukul 16.30 WIB Balai KSDA Sumbar menerima laporan dari masyarakat bahwa 2 ekor kambing milik warga menjadi korban terkaman Harimau Sumatera. Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) segera turun ke lapangan untuk verifikasi," kata Ristianto.

Berdasarkan hasil verifikasi di lapangan, petugas menemukan satu ekor kambing mati di dalam kandang dengan luka gigitan pada bagian leher. Sementara satu kambing lainnya dibawa Harimau Sumatera ke semak-semak dan hanya menyisakan dua kaki bagian depan.

Lokasi kejadian menjadi perhatian karena berada cukup dekat dengan sejumlah fasilitas publik, tepatnya hanya berjarak sekitar 50 meter di belakang SDN 10 Palimbatan, sekitar 100 meter dari SMP Negeri 1 Palupuh, dan sekitar 150 meter dari Masjid Syukra.

Keberadaan Harimau Sumatera di sekitar permukiman dan fasilitas pendidikan tersebut meningkatkan kekhawatiran masyarakat. Terlebih, interaksi negatif antara harimau dan warga sebelumnya juga tercatat pada 31 Juli 2026 dengan korban berupa anjing dan kambing milik warga.

Akhirnya BKSDA Sumbar mengambil langkah penanganan dengan memasang perangkap jebak atau box trap pada Selasa (11/8/2026) pukul 18.00 WIB. Upaya tersebut membuahkan hasil dalam waktu kurang dari dua jam.

Sekitar pukul 19.45 WIB, tim yang masih berada di sekitar lokasi menerima laporan dari penjaga SDN 10 Palimbatan bahwa Harimau Sumatera telah masuk ke dalam perangkap.

"Tim Balai KSDA Sumatera Barat, saat ini telah melakukan evakuasi terhadap Harimau Sumatera tersebut dengan berkoordinasi bersama Polsek Palupuh untuk memastikan proses evakuasi berlangsung aman dan terkendali. Evakuasi dilakukan dengan mengutamakan keselamatan masyarakat sekaligus meminimalkan risiko terhadap satwa," ujar Ristianto.

Sebelumnya, sang harimau telah beberapa kali muncul di Kecamatan Palupuh. Harimau yang tertangkap itu diketahui berjenis kelamin betina dengan usia remaja, sekitar 2-5 tahun. Setelah dievakuasi, Harimau Sumatera tersebut dititipkan pada lembaga konservasi untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

Kementerian Kehutanan mengimbau masyarakat di sekitar lokasi untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama karena kawasan tersebut merupakan jalur yang berpotensi dilalui satwa liar. Masyarakat diminta menghindari aktivitas seorang diri, khususnya pada malam hari di sekitar lokasi yang berpotensi menjadi jalur pergerakan Harimau Sumatera.

(wsw/wsw)